Jakarta – Pemerintah Indonesia tancap gas mempercepat proyek gas raksasa Blok Masela di Maluku. Kesepakatan strategis ini dicapai dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, dengan fokus utama mempercepat realisasi investasi yang sudah lama tertunda.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden untuk memastikan dua agenda penting selama kunjungan ke Tokyo.
Pertama, mempercepat investasi di sektor transisi energi. Kedua, memastikan kejelasan proyek Lapangan Abadi di Blok Masela yang digarap bersama mitra Jepang, termasuk INPEX.
Menurut Bahlil, proyek ini akhirnya memasuki fase yang lebih pasti setelah melalui perjalanan panjang selama puluhan tahun.
Nilai dasar pengembangan proyek atau Development Plan of Development (DPOD) disebut mencapai sekitar US$20 miliar. Namun, angka itu bertambah seiring penggunaan teknologi ramah lingkungan.
Tambahan investasi hampir US$1 miliar dialokasikan untuk teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), sehingga total nilai proyek kini mendekati US$21 miliar atau sekitar Rp356 triliun.
Bahlil juga mengisyaratkan angka investasi masih berpotensi meningkat, terutama karena dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi sektor energi.
Dorongan percepatan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menilai Blok Masela memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di sektor minyak dan gas.
Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan membawa Indonesia naik kelas sebagai salah satu pemain utama gas di tingkat global.
Tak hanya fokus pada energi fosil, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan.
Bahlil menyebut seluruh potensi energi akan dimaksimalkan, mulai dari panas bumi, air, matahari, hingga angin, selama teknologi yang digunakan efisien dan ekonomis.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Indonesia untuk menjaga ketahanan energi di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
Dengan percepatan Blok Masela dan dorongan energi bersih, pemerintah berharap Indonesia bisa lebih mandiri sekaligus kompetitif di sektor energi dunia.
