Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dikembangkan sebagai gerbang maritim dan pusat investasi berkelas global. Arahan itu disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Badan Pengusahaan (BP) Batam di Jakarta untuk membahas percepatan transformasi kawasan tersebut sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan Presiden menempatkan Batam sebagai model pelaksanaan sejumlah agenda strategis pemerintah, mulai dari hilirisasi industri, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, hingga peningkatan efisiensi logistik.
“Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan,” kata Fary saat dikonfirmasi dari Batam, Selasa.
Menurut Fary, Presiden menilai daya saing Batam harus ditopang oleh kepastian hukum, pelayanan yang cepat, serta infrastruktur yang mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, pemerintah juga mendorong percepatan modernisasi pelabuhan, termasuk pembangunan Pelabuhan Internasional Batam.
Pelabuhan tersebut dirancang menjadi simpul logistik nasional yang terintegrasi dengan kawasan industri, pusat manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), dan jaringan pelayaran internasional. Pemerintah berharap pengembangan itu dapat menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, sekaligus memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Prabowo juga meminta koordinasi lintas kementerian dan lembaga diperkuat untuk mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis, termasuk harmonisasi regulasi dan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.
Dalam pertemuan itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa iklim investasi di Batam semakin membaik setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Regulasi tersebut, menurut dia, memberikan kepastian hukum sekaligus mempercepat proses pelayanan kepada investor.
“Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” ujar Amsakar.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan lembaganya terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS). Sistem tersebut diharapkan meningkatkan transparansi pengelolaan lahan, mempercepat pelayanan investasi, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Menurut Li Claudia, perbaikan tata kelola menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi.
BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Tren tersebut berlanjut pada triwulan pertama 2026 dengan nilai investasi sebesar Rp17,48 triliun, atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Investasi yang masuk ke Batam kini didominasi sektor-sektor bernilai tambah, antara lain industri elektronik, mesin, pusat data, energi, serta pengembangan kawasan industri. Pemerintah berharap tren tersebut dapat memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.
