Jakarta, lajunetwork.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan dua emiten baru di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), Rabu, yakni PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Dari aksi korporasi tersebut, keduanya menghimpun dana segar lebih dari Rp517 miliar untuk mendukung ekspansi usaha dan memperkuat struktur permodalan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan pencatatan saham perdana menjadi langkah penting bagi kedua perusahaan untuk memperoleh akses pendanaan yang lebih luas sekaligus meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
“Semoga langkah ini menjadi awal perjalanan baru bagi kedua perusahaan untuk memperluas dampak, memperkuat daya saing, serta bertumbuh secara berkelanjutan bersama pasar modal Indonesia,” kata Saidu dalam seremoni pencatatan saham di Main Hall BEI, Jakarta.
PT Bach Multi Global Tbk menjadi salah satu emiten yang resmi melantai di bursa setelah menawarkan 615 juta saham baru atau sekitar 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menetapkan harga penawaran Rp442 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana sebesar Rp271,83 miliar.
Antusiasme investor terlihat sejak awal perdagangan. Saham BACH langsung menyentuh batas atas kenaikan harian atau auto reject atas (ARA), menguat 24,43 persen menjadi Rp550 per saham dari harga penawaran.
Direktur Utama Bach Multi Global, Budi Kurniawan, mengatakan sekitar 70 persen dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian generator set (genset) guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan. Sementara sekitar 30 persen sisanya dialokasikan untuk membayar sebagian pinjaman bank agar struktur permodalan perusahaan menjadi lebih sehat.
Di hari yang sama, PT Esa Medika Mandiri Tbk juga resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Perseroan menawarkan 522,85 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp470 per saham.
Berdasarkan data yang disampaikan BEI, EMMI memperoleh dana hasil penawaran sebesar Rp245,74 miliar. Namun dalam paparannya, manajemen perseroan menyebut nilai dana yang dihimpun mencapai Rp609,98 miliar. Perbedaan angka tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.
Pada perdagangan sesi pertama, saham EMMI menguat 20,21 persen menjadi Rp565 per saham dibandingkan harga penawaran awal.
Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, mengatakan dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus mendukung ekspansi bisnis.
Menurut dia, sebagian dana akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman bank, membangun fasilitas pabrik baru di kawasan Cikupa, serta memenuhi kebutuhan modal kerja, termasuk pengadaan persediaan dan pelaksanaan proyek di sektor alat kesehatan.
Pencatatan dua emiten baru tersebut menambah daftar perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat.
