Jakarta, lajunetwork.id – Mayoritas pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (19/5/2026) setelah harga minyak dunia mulai mengalami penurunan menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda rencana serangan militer terhadap Iran.
Mengutip laporan CNBC, meski harga minyak masih berada pada level tinggi, nilainya tercatat turun dibanding perdagangan sebelumnya. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juni melemah 1,27% ke posisi USD 107,28 per barel.
Sementara itu, minyak Brent kontrak Juli turun 2,67% menjadi USD 109,11 per barel.
Pelaku pasar juga mencermati data produk domestik bruto (PDB) Jepang kuartal pertama 2026 yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 2,1% pada tiga bulan pertama tahun ini.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang dihimpun Reuters sebesar 1,7%, sekaligus melampaui capaian kuartal sebelumnya di level 1,3%.
Meski demikian, data itu dinilai belum sepenuhnya mencerminkan dampak konflik Iran yang mulai pecah sejak akhir Februari lalu.
Sentimen positif tersebut mendorong indeks Nikkei 225 naik 0,68%, sedangkan indeks Topix menguat 1,16%.
Di kawasan Asia lainnya, indeks Kospi Korea Selatan justru turun 1,06%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bergerak stagnan.
Investor juga menyoroti agenda pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Sementara itu, indeks ASX Australia naik 1,08%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.558, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di posisi 25.675,18.
Sebelumnya, Trump mengumumkan melalui media sosial Truth Socialbahwa dirinya memerintahkan militer AS membatalkan “serangan terjadwal terhadap Iran besok” setelah menerima permintaan dari pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka lebar.
“Sebuah kesepakatan akan tercapai, yang sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat dan seluruh negara di Timur Tengah, bahkan lebih luas lagi. Kesepakatan ini secara penting mencakup tidak adanya senjata nuklir untuk Iran!” tulis Trump.
Meski menunda serangan, Trump tetap memperingatkan bahwa militer AS siap melancarkan serangan besar terhadap Iran kapan saja apabila kesepakatan gagal dicapai.
Di tengah gencatan senjata yang masih rapuh antara AS dan Iran, Selat Hormuz hingga kini tetap ditutup oleh Teheran. Sementara itu, AS masih melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Lembaga pemeringkat Moody’s konflik Timur Tengah yang kini memasuki bulan ketiga belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
“Ketika konflik Timur Tengah memasuki bulan ketiga, kecil kemungkinan tercapai penyelesaian cepat dan berkelanjutan antara AS dan Iran, termasuk pembukaan penuh Selat Hormuz,” tulis Moody’s dalam laporannya.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka indeks S&P 500 naik 0,1%, sementara Nasdaq 100 menguat 0,2%. Kontrak Dow Jones Industrial Average juga naik 25 poin atau 0,05%.
Namun pada perdagangan reguler Senin, indeks S&P 500 turun 0,07% ke level 7.403,05 dan Nasdaq melemah 0,51% ke posisi 26.090,73. Kedua indeks tersebut tercatat turun selama dua hari berturut-turut.
Sebaliknya, indeks Dow Jones justru naik 159,95 poin atau 0,32% menjadi 49.686,12.
