Jakarta, — PT Impack Pratama Industri Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang kuartal I 2026. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang kuat, didorong oleh permintaan domestik yang solid serta strategi efisiensi yang efektif.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, pendapatan IMPC mencapai Rp 1,2 triliun hingga Maret 2026, meningkat 25,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 937 miliar. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan naik 32,9% menjadi Rp 203 miliar dari Rp 152 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor tercatat meningkat 30,2% menjadi Rp 484 miliar dengan margin yang membaik menjadi 41,2%. Laba usaha turut tumbuh 20,2% menjadi Rp 237 miliar. Sementara itu, margin laba bersih meningkat dari 16,3% menjadi 17,2%, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik.
Kinerja operasional juga menunjukkan penguatan, tercermin dari EBITDA yang naik 19,8% menjadi Rp 288 miliar. Selain itu, struktur keuangan perseroan semakin sehat, dengan rasio utang terhadap EBITDA turun signifikan dari 5,3 kali menjadi 2,4 kali. Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga juga meningkat tajam, terlihat dari rasio EBITDA terhadap beban bunga yang melonjak menjadi 26,3 kali.
Pada sisi neraca, total aset IMPC tumbuh 13,8% menjadi Rp 5,17 triliun. Ekuitas meningkat signifikan sebesar 40,7% menjadi Rp 3,24 triliun. Di saat yang sama, total liabilitas berhasil ditekan turun 13,8%, menunjukkan pengelolaan keuangan yang semakin prudent.
Manajemen menyebutkan bahwa kinerja positif ini terutama ditopang oleh kuatnya permintaan pasar domestik serta keberhasilan implementasi strategi efisiensi. Meski menghadapi berbagai tantangan eksternal, perseroan tetap optimistis mempertahankan target kinerja sepanjang 2026, dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp 5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 700 miliar.
**Kinerja 2025 Jadi Fondasi Pertumbuhan**
Sebelumnya, IMPC juga mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun fiskal 2025. Pendapatan perseroan mencapai Rp 4,3 triliun, naik 10,1% dibandingkan Rp 3,9 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor meningkat menjadi Rp 1,7 triliun dari Rp 1,5 triliun, dengan margin yang relatif stabil di kisaran 39,5%. Laba usaha tumbuh 6,8% menjadi Rp 848 miliar, sementara laba bersih meningkat lebih tinggi sebesar 15% menjadi Rp 620 miliar dengan margin laba bersih naik dari 13,9% menjadi 14,5%.
EBITDA juga mencatatkan kenaikan 8,7% menjadi Rp 1,0 triliun dibandingkan Rp 949 miliar pada tahun sebelumnya. Meski margin EBITDA sedikit menurun dari 24,5% menjadi 24,2%, peningkatan secara nominal tetap mencerminkan pertumbuhan kinerja yang kuat.
Dengan fondasi kinerja yang kokoh pada 2025 dan akselerasi di awal 2026, IMPC menunjukkan prospek pertumbuhan yang tetap positif di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
