Jakarta, lajunetwork.id – Pelatih tim nasional Kolombia, Nestor Gabriel Lorenzo, mengaku bangga setelah anak asuhnya berhasil mengamankan status juara Grup K Piala Dunia 2026. Hasil imbang tanpa gol melawan Portugal pada laga terakhir fase grup dinilai menjadi bukti kesiapan tim menghadapi persaingan di babak gugur.
Bertanding di Stadion Hard Rock, Florida, Minggu WIB, Kolombia mampu menahan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo dan sejumlah pemain bintang lainnya. Tambahan satu poin memastikan Kolombia finis di puncak klasemen Grup K dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.
Lorenzo menilai timnya menunjukkan performa yang solid sepanjang pertandingan. Meski gagal mencetak gol, ia menyebut para pemain mampu menciptakan sejumlah peluang dan tampil disiplin saat menghadapi salah satu tim kuat di turnamen tersebut.
“Saat melawan Portugal, kami menciptakan banyak peluang. Namun, di fase gugur setiap kesempatan yang terbuang bisa berakibat fatal,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari laman FIFA.
Pelatih berusia 60 tahun itu menegaskan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi fokus utama dalam persiapan menghadapi babak 32 besar. Menurutnya, setiap kesalahan kecil dapat menentukan nasib sebuah tim ketika memasuki fase sistem gugur.
Ia berharap para pemain mampu memanfaatkan setiap peluang yang diperoleh agar tidak kehilangan kesempatan meraih kemenangan pada laga-laga berikutnya.
Selain menyoroti penyelesaian akhir, Lorenzo mengapresiasi kedisiplinan timnya dalam menjaga keseimbangan permainan. Kolombia dinilai mampu tampil menyerang tanpa mengabaikan organisasi pertahanan selama menghadapi tekanan Portugal.
Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Davinson Sánchez dan Jefferson Lerma yang tampil kokoh menjaga lini belakang sehingga Portugal gagal mencetak gol.
Meski berhasil menjadi juara grup, Lorenzo mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan pencapaian tersebut. Ia menyadari ekspektasi publik terhadap Kolombia akan semakin tinggi, namun tim harus tetap fokus menghadapi setiap pertandingan.
“Status juara grup tentu meningkatkan harapan publik. Namun, kami harus tetap rendah hati dan berkonsentrasi pada pertandingan berikutnya,” katanya.
Kolombia selanjutnya akan menghadapi Ghana pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (4/7). Lorenzo berharap timnya mampu mempertahankan performa positif sekaligus meningkatkan efektivitas di depan gawang untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, hasil imbang melawan Kolombia membuat Portugal mengakhiri fase grup di posisi kedua dengan raihan lima poin dan tetap lolos ke babak gugur. Adapun Kongo menempati peringkat ketiga klasemen akhir Grup K dan berhak melaju ke fase berikutnya sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
