Jakarta, lajunetwork.id – Tim nasional Argentina bersiap menghadapi tantangan berikutnya dalam misi mempertahankan gelar juara dunia saat berjumpa Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa malam WIB, diperkirakan menyajikan duel sengit antara pengalaman sang juara bertahan dan semangat tim kuda hitam yang tengah menikmati momentum.
Argentina melangkah ke fase ini setelah melewati laga dramatis melawan Cape Verde pada babak 32 besar. Tim asuhan Lionel Scaloni menang 3-2 melalui babak perpanjangan waktu dalam pertandingan yang menguras tenaga dan emosi.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Albiceleste. Meski sempat dua kali memimpin, Argentina gagal mempertahankan keunggulan sehingga Cape Verde mampu memaksakan pertandingan berlanjut hingga extra time. Situasi itu memperlihatkan masih adanya celah di lini pertahanan yang perlu segera dibenahi sebelum menghadapi Mesir.
Di atas kertas, Argentina tetap menjadi favorit. Pengalaman tampil di pertandingan besar, kedalaman skuad, serta kehadiran Lionel Messi sebagai motor serangan menjadi modal penting bagi juara bertahan untuk melanjutkan langkah di turnamen.
Messi kembali menunjukkan pengaruh besarnya saat mencetak gol pada laga sebelumnya. Pengalaman pemain berusia 39 tahun itu diyakini masih akan menjadi salah satu faktor pembeda ketika menghadapi pertahanan disiplin Mesir.
Di kubu lawan, Mesir datang dengan rasa percaya diri tinggi usai mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final fase gugur untuk pertama kalinya setelah menyingkirkan Australia melalui adu penalti 4-2. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum Mesir memastikan kemenangan dari titik putih.
Keberhasilan tersebut menunjukkan karakter permainan Mesir yang mampu bertahan dengan disiplin dan tetap tenang menghadapi tekanan. Tim besutan Hossam Hassan diperkirakan kembali mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat serta serangan balik cepat untuk meredam dominasi Argentina.
Mohamed Salah masih menjadi andalan utama di lini depan. Pengalaman dan kualitas penyerang Liverpool itu diharapkan mampu menciptakan peluang ketika Mesir memperoleh ruang menyerang.
Bagi Argentina, efektivitas penyelesaian akhir menjadi aspek yang harus diperbaiki. Jika gagal memanfaatkan peluang sejak awal laga, Albiceleste berpotensi kembali menjalani pertandingan yang berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Pertandingan ini juga akan menentukan lawan di babak perempat final. Tim yang keluar sebagai pemenang akan menghadapi pemenang duel antara Swiss dan Kolombia.
Secara kualitas skuad, pengalaman, dan kedalaman pemain, Argentina masih layak difavoritkan untuk melangkah ke delapan besar. Namun, performa impresif Mesir sepanjang fase gugur menjadi peringatan bahwa tim Afrika tersebut memiliki kapasitas untuk menghadirkan kejutan apabila mampu menjaga disiplin permainan selama 90 menit atau lebih.
