Jakarta, lajunetwork.id – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyatakan akan turun langsung menindaklanjuti isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Tokopedia dan TikTok. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang utuh sebelum pemerintah menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Menurut Said Iqbal, pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi dari salah satu pihak. Pendalaman secara langsung dinilai penting agar setiap keputusan yang diambil didasarkan pada fakta di lapangan.
“Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” kata Said Iqbal saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan tengah mengatur jadwal untuk bertemu dengan perwakilan pekerja maupun manajemen perusahaan guna memperoleh penjelasan secara langsung mengenai kondisi yang melatarbelakangi isu PHK tersebut.
“Saya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan,” ujarnya.
Said Iqbal menilai persoalan ketenagakerjaan di sektor ekonomi digital memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan industri manufaktur. Oleh karena itu, setiap kasus harus dipahami secara menyeluruh dengan mempertimbangkan model bisnis dan dinamika industri yang berkembang.
Menurut dia, Tokopedia dan TikTok merupakan bagian dari ekosistem ekonomi digital berbasis platform yang menghadapi tantangan bisnis tersendiri. Karena itu, pemerintah akan lebih dahulu melakukan pendalaman sebelum mengambil sikap.
“Saya akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan untuk bersama-sama melakukan pendalaman agar diketahui secara jelas akar persoalannya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Namun, jika persoalan yang dihadapi perusahaan lebih disebabkan oleh tekanan bisnis, perubahan strategi usaha, atau kondisi pasar, maka penyelesaiannya akan ditempuh melalui dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Tidak semua persoalan PHK memiliki penyebab yang sama. Kalau masalahnya berkaitan dengan situasi pasar atau kondisi bisnis perusahaan, tentu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha,” ujarnya.
Said Iqbal menjelaskan bahwa pendekatan dialog yang difasilitasi pemerintah telah diterapkan dalam sejumlah penyelesaian hubungan industrial sebelumnya. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berupaya mempertemukan kepentingan pekerja dan perusahaan untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.
Ia mengungkapkan, dalam salah satu kasus yang pernah ditangani, pendekatan tersebut berhasil mencegah pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 4.000 pekerja.
“Karena itu, pendekatan yang sama akan kami lakukan terhadap persoalan di sektor ekonomi digital,” katanya.
Dalam waktu dekat, Said Iqbal menargetkan dapat menggelar pertemuan bersama para pekerja Tokopedia dan TikTok dengan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan. Pertemuan itu diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perusahaan maupun dampaknya terhadap para pekerja.
Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dalam setiap persoalan ketenagakerjaan dengan tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan hak pekerja dan keberlangsungan dunia usaha.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir untuk melindungi pekerja sekaligus menjaga iklim usaha yang sehat. Prinsipnya sederhana, setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan fakta, melalui dialog, dan dengan tetap menjunjung tinggi hukum yang berlaku,” ujar Said Iqbal.
