Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai program Bedah Rumah yang dijalankan pemerintah di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta, menjadi salah satu upaya untuk mengatasi akar persoalan narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan warga kurang mampu.
Menurut Tito, persoalan narkoba tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor sosial dan ekonomi, termasuk kemiskinan. Karena itu, perbaikan kondisi tempat tinggal dan penguatan ekonomi keluarga dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan masyarakat yang lebih sejahtera.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melaksanakan program Bedah Rumah untuk membantu warga memperbaiki kondisi hunian mereka.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Dan ini betul-betul program Bapak Prabowo. Kalau diperhatikan seluruh program beliau, itulah program-program yang sangat pro kepada rakyat kecil,” kata Tito saat meninjau pelaksanaan program Bedah Rumah di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta, Sabtu.
Tito menjelaskan, penanganan persoalan narkoba memerlukan pendekatan yang menyentuh kondisi mendasar masyarakat. Selain penegakan hukum, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memperoleh tempat tinggal yang lebih layak sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Untuk memperluas manfaat program, pelaksanaan Bedah Rumah juga dilakukan secara terpadu dengan melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kolaborasi tersebut memungkinkan warga yang memenuhi persyaratan memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha.
Tito mengatakan, perbaikan rumah perlu diiringi dengan dukungan ekonomi agar masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat kemandirian keluarga.
Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diharapkan membuka kesempatan bagi warga untuk mengembangkan kegiatan usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pelaksanaan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
“Masih ada waktu-waktu ke depan, kita akan bekerja lebih giat lagi, bekerja lebih keras lagi untuk menjalankan program untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat kecil,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga meminta pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program Bedah Rumah yang dijalankan Kementerian PKP bersama instansi terkait.
Menurut dia, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar program peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.
Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi salah satu sasaran utama penyelenggaraan pemerintahan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Nah ini yang kita harapkan semua, ini harus didukung oleh pemerintah daerah,” kata Tito.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program sosial, terutama dalam membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan akses terhadap hunian layak maupun pemberdayaan usaha.
Salah satu penerima manfaat program Bedah Rumah di Kampung Ambon adalah Ester Yacoba, 64 tahun. Perempuan tersebut selama ini bergantung pada bantuan tetangga dan menantunya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Perbaikan rumah Ester menjadi salah satu bentuk bantuan pemerintah kepada warga yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
Selain program perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada ratusan warga di Kampung Ambon.
Berbagai intervensi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui pendekatan yang menggabungkan perbaikan hunian, dukungan ekonomi, dan kolaborasi lintas instansi, pemerintah berupaya memperluas manfaat program sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Meski demikian, upaya mengatasi persoalan narkoba memerlukan langkah yang berkelanjutan dan menyeluruh. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut, yang perlu berjalan beriringan dengan pencegahan, rehabilitasi, edukasi, dan penegakan hukum sesuai kebutuhan di lapangan.
