Tangerang, lajunetwork.id – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports terus melakukan pembersihan fasilitas dan landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dari paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan mengatakan pembersihan dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi agar seluruh fasilitas bandara tetap dalam kondisi siap digunakan ketika operasional penerbangan kembali dibuka.
“Kami melakukan pembersihan berkala saja agar tidak terlalu berat pada saatnya, karena memang kita harus memastikan fasilitasnya siap manakala sudah diputuskan kita siap beroperasi,” ujar Yudistiawan di Tangerang, Senin.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan aspek keselamatan (safety) dan keamanan (security) terpenuhi sebelum Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan secara penuh.
Pembersihan telah dilakukan sejak Minggu malam pada Runway 1 dan Runway 2, termasuk area taxiway serta apron. Pembersihan lanjutan akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kondisi fasilitas tetap optimal.
Yudistiawan mengatakan pengelola bandara juga masih memantau kondisi abu vulkanik di kawasan bandara melalui berbagai indikator, termasuk hasil paper test.
“Kami terus memantau dinamika di lapangan, termasuk data paper test yang hingga kini masih menunjukkan hasil positif adanya sebaran debu vulkanik di kawasan bandara,” katanya.
Terkait pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan menyebut keputusan tersebut masih bersifat dinamis. Pengelola bandara akan mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM) resmi yang menjadi dasar informasi operasional penerbangan.
Berdasarkan NOTAM terakhir, penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan hingga pukul 18.00 WIB.
“Sebagaimana kita sama-sama sudah ketahui bahwa dari NOTAM terakhir, telah diputuskan bahwa penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta ini sampai dengan pukul 18.00 WIB,” ujarnya.
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih menyebabkan ratusan penerbangan mengalami penundaan. InJourney Airports mencatat sebanyak 624 penerbangan menuju sejumlah bandara terdampak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 461 penerbangan merupakan rute domestik, 156 penerbangan internasional, dan tujuh penerbangan kargo. Secara keseluruhan, rencana penerbangan tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 75.236 penumpang.
Di tengah situasi tersebut, InJourney Airports mengimbau calon penumpang tidak terburu-buru datang ke bandara sebelum ada kepastian mengenai pembukaan kembali operasional.
Imbauan itu disampaikan untuk mencegah penumpukan penumpang serta menghindari calon penumpang harus menunggu terlalu lama di area bandara.
Penumpang diminta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi pengelola bandara maupun maskapai yang digunakan.
“Menurut saya yang terbaik adalah menunggu pengumuman bahwa Bandara Soekarno-Hatta memang sudah bisa dioperasikan kembali, jangan sampai sudah sampai sini ternyata memang belum bisa dioperasikan,” kata Yudistiawan.
