Jakarta, lajunetwork.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus melakukan koordinasi intensif terkait kasus pembajakan kapal tanker MT Honour 25 yang melibatkan sejumlah awak kapal warga negara Indonesia (WNI).
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa seluruh awak kapal WNI yang berada di atas kapal tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat.
Selain memastikan keselamatan para kru, pemerintah juga menyebut kebutuhan logistik para awak kapal tetap terpenuhi selama proses penanganan berlangsung. Gaji para kru juga dilaporkan masih terus dibayarkan oleh pihak terkait.
“Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait juga telah melakukan family engagement kepada keluarga kru serta menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri,” ujar Heni Hamidah dalam keterangannya pada Senin (18/5/2026).
Kemlu RI menjelaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung antara pemerintah setempat di Somalia, manajemen kru kapal, dan sejumlah pihak terkait lainnya. Pemerintah Indonesia berharap proses pembebasan seluruh awak kapal dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Hingga kini, otoritas Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di atas MT Honour 25.
