Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyerukan upaya deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah untuk melindungi keselamatan warga sipil dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas global, termasuk perekonomian dunia.
Seruan tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama dengan el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.
Kedua pemimpin menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di kawasan dan menekankan pentingnya pengendalian diri serta penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
“Mengenai situasi di kawasan Timur Tengah, kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik, kami terus menganjurkan deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan, hukum internasional,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, peningkatan konflik tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat sipil, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi terhadap stabilitas internasional.
Karena itu, kedua negara memandang dialog dan diplomasi sebagai langkah penting untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai, sejalan dengan prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Pandangan kami adalah setiap eskalasi akan memberikan dampak yang sangat merugikan kondisi keselamatan warga sipil serta stabilitas dunia terutama perekonomian global,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan perhatian Indonesia dan Mesir terhadap dampak konflik regional yang dapat meluas melampaui wilayah pertempuran.
Gangguan keamanan di kawasan strategis, khususnya jalur pelayaran dan perdagangan internasional, berpotensi memengaruhi rantai pasok serta aktivitas ekonomi global.
Selain membicarakan konflik di Timur Tengah, Prabowo dan el-Sisi bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan regional dan global.
Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya koordinasi serta penguatan kerja sama melalui berbagai forum internasional guna mendukung upaya menjaga perdamaian dan stabilitas.
Perhatian terhadap perkembangan keamanan kawasan menjadi bagian dari pembahasan hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan Mesir sama-sama menyoroti pentingnya penyelesaian konflik yang menghormati hukum internasional serta mengutamakan perlindungan penduduk sipil.
Dalam konteks tersebut, upaya diplomatik dinilai penting untuk mencegah meluasnya ketegangan dan membuka ruang bagi penyelesaian yang dapat diterima melalui mekanisme damai.
Dalam pembahasan mengenai Palestina, Prabowo dan el-Sisi menyampaikan keprihatinan atas kekerasan, operasi militer Israel, serta tindakan yang menurut pernyataan kedua pemimpin bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Prabowo menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap penyelesaian konflik Palestina melalui solusi dua negara. Pendekatan tersebut menjadi landasan bagi upaya mewujudkan kehidupan berdampingan secara damai, dengan pengakuan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
“Kami berkomitmen penuh mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan hidup dalam perdamaian,” ucap Prabowo.
Indonesia dan Mesir juga berkomitmen melanjutkan upaya diplomatik untuk mendorong perdamaian serta memperluas bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Dukungan tersebut mencakup upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza yang terdampak konflik.
Pemulihan wilayah tersebut memerlukan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap tempat tinggal, layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur publik.
Dalam situasi konflik, penyaluran bantuan kemanusiaan dan perlindungan warga sipil menjadi aspek penting dalam upaya mengurangi penderitaan masyarakat.
Seruan deeskalasi yang disampaikan Prabowo dan el-Sisi menegaskan pentingnya upaya bersama untuk mencegah konflik berkembang menjadi krisis yang lebih luas.
Kedua negara mendorong pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan, serta penyelesaian melalui dialog dan diplomasi sesuai dengan hukum internasional.
Di tengah dinamika keamanan Timur Tengah, koordinasi antarnegara dan kerja sama dalam forum multilateral menjadi salah satu jalur untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Bagi Indonesia dan Mesir, dukungan terhadap perdamaian Palestina serta penanganan dampak kemanusiaan di Gaza juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong stabilitas kawasan.
Kedua negara berharap upaya diplomatik dan bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut guna mendukung keselamatan warga sipil dan terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
