Jakarta, lajunetwork.id – Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi atau UNHCR menyampaikan apresiasi terhadap komitmen kemanusiaan Indonesia dalam memberikan perlindungan bagi para pengungsi dan pencari suaka yang berada di wilayah Tanah Air.
Menurut UNHCR, sikap konsisten Indonesia dalam memberikan tempat yang aman bagi mereka yang terpaksa meninggalkan negara asal akibat konflik, kekerasan, maupun persekusi telah menjadi simbol penting solidaritas kemanusiaan di tengah meningkatnya tantangan pengungsian global.
Juru Bicara UNHCR Indonesia, Hendrik Therik, mengatakan bahwa komitmen Indonesia selama ini telah menghadirkan rasa aman sekaligus harapan bagi ribuan pengungsi yang menanti solusi jangka panjang atas status mereka.
“Komitmen kemanusiaan Indonesia telah memberikan rasa aman dan harapan bagi orang-orang yang terpaksa mengungsi, sekaligus menunjukkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menangani persoalan kemanusiaan,” ujar Hendrik dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia menilai solidaritas yang ditunjukkan pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, dan berbagai pihak lainnya membuktikan bahwa perlindungan terhadap pengungsi dapat diwujudkan melalui kolaborasi serta kepedulian yang berkelanjutan.
Berdasarkan laporan Global Trends UNHCR, sebagian besar pengungsi di dunia menghadapi situasi pengungsian berkepanjangan. Tujuh dari setiap sepuluh pengungsi hidup jauh dari tanah kelahirannya selama bertahun-tahun sambil menunggu penyelesaian yang permanen dan berkelanjutan.
UNHCR menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan memang berperan penting dalam menyelamatkan nyawa. Namun, bantuan tersebut belum cukup untuk membantu para pengungsi membangun kembali kehidupan mereka secara mandiri tanpa adanya akses terhadap pendidikan, keterampilan, dan kesempatan berkontribusi di lingkungan tempat mereka tinggal.
Kondisi serupa juga dialami para pengungsi yang berada di Indonesia. Saat ini, sekitar 12.000 pengungsi dan pencari suaka masih berada di berbagai wilayah Indonesia sambil menunggu solusi jangka panjang, baik melalui penempatan kembali ke negara ketiga maupun mekanisme lainnya.
Senior Protection Officer UNHCR Indonesia, Emily Bojovic, mengatakan bahwa pengungsi dapat memberikan kontribusi positif apabila diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Ketika pengungsi memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan keterampilan, melanjutkan pendidikan, menjadi sukarelawan, dan terlibat dalam kegiatan masyarakat, manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.
UNHCR mencontohkan kisah dua pengungsi yang saat ini tinggal di Indonesia, yakni Amed dan Amina. Keduanya dinilai menjadi contoh bagaimana pengungsi mampu memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar meskipun masih berada dalam situasi ketidakpastian.
Amed diketahui mendirikan organisasi komunitas yang dipimpin oleh pengungsi. Organisasi tersebut membantu para pengungsi beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia sekaligus menyediakan kegiatan pendidikan informal bagi anak-anak pengungsi.
Sementara itu, Amina, seorang perempuan asal Afganistan yang berprofesi sebagai pelatih karate, aktif mendampingi anggota komunitasnya untuk membangun kepercayaan diri, ketahanan mental, serta semangat untuk menghadapi berbagai tantangan hidup selama masa pengungsian.
Menurut UNHCR, organisasi yang dikelola oleh para pengungsi memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan informal, pelatihan keterampilan, kegiatan olahraga, dukungan psikososial, hingga berbagai program pemberdayaan yang membantu memperkuat kohesi sosial antara pengungsi dan masyarakat setempat.
“Kami melihat dampak yang sangat besar ketika para pengungsi diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka dan berkontribusi bagi komunitas di sekitarnya,” kata Bojovic.
UNHCR juga menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang terus mempertahankan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada mereka yang mencari keselamatan. Apresiasi tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan terhadap hak untuk mencari suaka di berbagai belahan dunia.
Bagi banyak pengungsi yang telah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, Indonesia dinilai tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga simbol kemanusiaan yang memberikan harapan di tengah ketidakpastian.
“Bagi ribuan pengungsi yang telah mencari perlindungan di Indonesia selama beberapa dekade, Indonesia telah dan tetap menjadi simbol kemanusiaan,” ujar Hendrik.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, organisasi internasional, dan komunitas pengungsi, Indonesia dinilai terus menunjukkan bahwa pendekatan kemanusiaan dapat berjalan berdampingan dengan upaya menciptakan lingkungan yang inklusif serta memberikan kesempatan bagi para pengungsi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
