Jakarta, lajunetwork.id – Kementerian Perhubungan mengalihkan dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Pengalihan dilakukan setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan dua penerbangan tersebut masing-masing datang dari Jeddah dan Madinah, Arab Saudi. Keduanya semula dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
“Ada dua flight Garuda dari Jeddah dan Madinah itu kami alihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati,” kata Dudy dalam konferensi pers mengenai perkembangan situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang dipantau secara daring dari Jakarta, Minggu.
Menurut Dudy, pengalihan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandar udara yang untuk sementara menghentikan operasional akibat paparan abu vulkanik.
Dudy mengatakan kedua penerbangan Garuda Indonesia tersebut diperkirakan mendarat di Kertajati sekitar satu jam setelah penyampaian informasi tersebut.
Kementerian Perhubungan, kata dia, juga membuka kemungkinan penggunaan bandara alternatif bagi maskapai lain yang penerbangannya terdampak. Langkah itu ditempuh untuk menjaga konektivitas penerbangan selama sejumlah bandara belum dapat beroperasi secara normal.
“Ini kami juga tawarkan kepada airlines yang lain apabila memungkinkan untuk dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak,” ujarnya.
Dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan Bandara Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan mencatat terdapat enam bandara yang sementara ditutup karena kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi keselamatan operasional penerbangan.
Pada tahap awal, lima bandara menghentikan sementara kegiatan penerbangan. Kelima bandara itu adalah Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Pondok Cabe, serta Bandara Budiarto Curug, Tangerang.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara di Bandung turut dinyatakan terdampak abu vulkanik. Operasional penerbangan di bandara tersebut kemudian dihentikan sementara.
Penghentian operasional dilakukan sebagai bagian dari langkah keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dapat menjadi ancaman bagi pesawat apabila masuk ke dalam sistem mesin atau mengganggu visibilitas serta kondisi penerbangan.
Pengalihan dua penerbangan Garuda Indonesia ke Kertajati menunjukkan pentingnya keberadaan bandar udara alternatif ketika bandara utama mengalami gangguan operasional.
Kementerian Perhubungan kini menawarkan skema serupa kepada maskapai lain yang memiliki penerbangan menuju bandara terdampak. Namun, penggunaan bandara alternatif tetap harus mempertimbangkan kondisi operasional dan keselamatan penerbangan.
Pemerintah juga masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.
Dalam kondisi seperti ini, keputusan pembukaan kembali bandara maupun pengalihan penerbangan akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan penilaian terhadap aspek keselamatan.
Dengan demikian, masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan melalui bandara terdampak diimbau terus memantau informasi dari maskapai dan otoritas penerbangan. Perubahan jadwal, pengalihan rute, maupun lokasi pendaratan dapat dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
