Blora, lajunetwork.id – Pesawat aerosport jenis fixed-wing Sky Ranger jatuh dan terbakar di area persawahan Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu sekitar pukul 12.10 WIB.
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan pesawat tersebut mengalami gangguan mesin ketika dalam penerbangan dari Pangandaran, Jawa Barat, menuju Malang, Jawa Timur. Pilot kemudian memutuskan melakukan pendaratan darurat di wilayah Blora.
“Pesawat mengalami gangguan dalam penerbangan sehingga melakukan pendaratan darurat di lahan persawahan,” kata Zaenul di Blora, Minggu.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Malang, pesawat sempat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, untuk mengisi bahan bakar. Pesawat kemudian kembali mengudara.
Namun, saat melintas di wilayah Kabupaten Blora, mesin pesawat mengalami masalah. Pilot berupaya mencari lokasi yang memungkinkan untuk melakukan pendaratan darurat.
Upaya tersebut berakhir dengan kecelakaan. Pesawat jatuh di area persawahan dan kemudian terbakar.
Dua orang yang berada di dalam pesawat, yakni pilot Dhoni Vasmin A, 39 tahun, dan kopilot Ignatius Andreas, 31 tahun, berhasil menyelamatkan diri sebelum pesawat terbakar.
Keduanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ngawen.
Sementara itu, kondisi pesawat mengalami kerusakan berat. Benturan dengan permukaan tanah membuat badan pesawat ringsek, kemudian kebakaran menyebabkan sebagian besar badan pesawat hangus. Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah puing pesawat.
Polisi bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Petugas Inafis Polres Blora juga telah melakukan pemeriksaan awal dan memasang garis polisi.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan informasi dan memeriksa kondisi pesawat serta lokasi kejadian untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan pesawat kehilangan kemampuan terbang.
Zaenul menegaskan pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut bukan merupakan pesawat militer.
Menurut dia, pesawat Sky Ranger itu merupakan pesawat aerosport yang berada di bawah naungan Federasi Aerosport Indonesia (FASI).
Penerbangan tersebut dilakukan dalam rangka latihan sekaligus pemeriksaan kondisi armada sebelum digunakan dalam kegiatan pertunjukan udara atau air show.
“Penerbangan dilakukan dalam rangka latihan dan pengecekan kondisi armada menjelang kegiatan pertunjukan udara atau air show,” ujar Zaenul.
Kecelakaan ini menjadi perhatian karena pesawat jatuh di area persawahan yang berada di tengah aktivitas masyarakat. Beruntung, kedua awak berhasil keluar dan selamat meski mengalami luka ringan.
Hingga kini, aparat masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab gangguan mesin serta faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut
