Jakarta, lajunetwork.id – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan sejumlah capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam dua tahun pertama, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut menjangkau 62 juta penerima hingga layanan Cek Kesehatan Gratis bagi 108 juta orang.
Paparan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, yang dikutip di Jakarta, Kamis.
Pemerintah menyoroti berbagai program prioritas yang dijalankan di sejumlah sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ketahanan pangan, energi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dua tahun pertama pemerintahan bukan sekadar tentang rencana, tapi tentang kerja nyata dan hasil yang bisa dilihat,” tulis Teddy dalam unggahan tersebut.
Menurut Sekretaris Kabinet, pemerintah terus mendorong pelaksanaan program prioritas untuk memperluas akses layanan dasar, memperkuat pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah angka yang disampaikan mencakup penerima manfaat program sosial, pembangunan fasilitas publik, hingga investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Di sektor pendidikan, Sekretariat Kabinet mencatat sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun pada 2026 di 131 kabupaten/kota. Program tersebut disebut memberikan kesempatan kepada 45.000 anak yang sebelumnya hidup di jalanan untuk kembali mengakses pendidikan.
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah melaporkan revitalisasi 30.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 288.180 layar interaktif juga disediakan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Dari sisi kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah menyebut insentif bagi guru honorer meningkat menjadi 30 persen. Sementara itu, sebanyak 240.000 guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu disebut akan beralih menjadi pegawai penuh waktu mulai Januari 2027.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Pada sektor kesehatan, pemerintah menyebut program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta penerima. Selain layanan pemeriksaan kesehatan tersebut, pembangunan 22 rumah sakit baru di berbagai daerah juga masuk dalam daftar capaian yang dipaparkan Sekretariat Kabinet.
Program pemeriksaan kesehatan dan pembangunan fasilitas pelayanan medis merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Namun, jumlah penerima program dan pembangunan fasilitas perlu dibedakan dari indikator hasil kesehatan, seperti peningkatan kualitas pelayanan, pemerataan tenaga medis, dan perbaikan derajat kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, program MBG dilaporkan telah menjangkau 62 juta penerima. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi kelompok sasaran.
Dalam bidang infrastruktur, Sekretariat Kabinet mencatat pembangunan 3.500 jembatan dan 2.228 kilometer jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Pemerintah juga melaporkan pembangunan lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi serta 3.000 titik air bor.
Selain infrastruktur transportasi dan pengairan, sebanyak 17 stadion disebut telah dibangun atau direnovasi dengan standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung konektivitas antardaerah, memperkuat jaringan irigasi pertanian, memperluas akses air, serta meningkatkan fasilitas olahraga.
Dampak pembangunan terhadap masyarakat akan bergantung pada fungsi, pemerataan lokasi, dan pemanfaatan fasilitas yang telah diselesaikan.
Pada sektor pangan, pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan serta memiliki cadangan pangan pada tingkat tertinggi dalam sejarah.
Sementara itu, di bidang energi, pemerintah menyoroti penerapan bahan bakar biodiesel B50 sebagai bagian dari agenda swasembada energi. B50 merupakan campuran bahan bakar diesel dengan 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit.
Pemerintah juga melaporkan dimulainya pembangunan 26 proyek hilirisasi. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan lebih lanjut di dalam negeri.
Capaian di sektor pangan dan energi tersebut berkaitan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pasokan domestik, mengurangi ketergantungan pada impor tertentu, serta mendorong pengembangan industri nasional.
Meski demikian, penilaian atas swasembada pangan dan energi perlu memperhatikan komoditas yang dimaksud, periode pengukuran, keseimbangan pasokan dan kebutuhan nasional, serta keberlanjutan produksi.
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, Sekretariat Kabinet menyebut sebanyak 10.000 Koperasi Desa Merah Putih telah resmi beroperasi. Pemerintah juga melaporkan penyelesaian pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih.
Di bidang ketenagakerjaan, program magang nasional disebut telah diikuti 250.000 peserta yang memperoleh upah sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat kegiatan ekonomi di tingkat desa, dan mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Selain itu, pemerintah menyampaikan penurunan bunga program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dari 25 persen menjadi 8 persen bagi 16 juta penerima manfaat. Program tersebut menyasar perempuan dari kelompok prasejahtera yang menjalankan atau mengembangkan usaha mikro.
Penurunan bunga tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan modal usaha.
Di bidang pengelolaan keuangan negara, Sekretariat Kabinet melaporkan penyelamatan kekayaan negara senilai lebih dari Rp54 triliun. Selain itu, unggahan tersebut menyebut utang obligasi terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun telah dilunasi.
Pemerintah juga mencatat pelaksanaan reformasi badan usaha milik negara (BUMN), termasuk penutupan atau perampingan 290 perusahaan yang diklaim menghasilkan penghematan Rp50 triliun per tahun.
Pada sektor keuangan dan perdagangan emas, pemerintah turut menyoroti pengoperasian bank emas atau bullion bank yang disebut mengelola 153 ton emas.
Angka-angka tersebut menjadi bagian dari laporan pemerintah mengenai pengelolaan aset, efisiensi perusahaan negara, dan pengembangan instrumen keuangan.
Rincian mengenai metode penghitungan penghematan, komponen penyelamatan kekayaan negara, serta jenis kewajiban yang dimaksud dalam angka BLBI perlu diperiksa melalui dokumen resmi masing-masing lembaga.
Dalam bidang investasi, pemerintah mencatat total nilai investasi sebesar Rp3.923 triliun yang diklaim menyerap 5.485.944 tenaga kerja.
Sekretariat Kabinet juga memasukkan pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai salah satu program yang menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah.
Investasi dan penyerapan tenaga kerja menjadi indikator yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ekonomi serta penciptaan lapangan pekerjaan.
Namun, evaluasi yang lebih menyeluruh juga memerlukan informasi mengenai periode investasi, distribusi sektoral dan wilayah, serta status pekerjaan yang tercipta.
Seskab menegaskan bahwa perjalanan pemerintahan masih panjang dan berbagai tantangan pembangunan tetap harus dihadapi. Menurut pemerintah, capaian yang telah dilaporkan akan menjadi landasan untuk melanjutkan program-program prioritas pada periode berikutnya.
“Pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat,” demikian keterangan dalam unggahan Sekretariat Kabinet.
Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai program dan indikator yang diklaim pemerintah selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo.
Untuk menilai dampaknya secara menyeluruh, angka-angka tersebut perlu dibandingkan dengan data dasar, target program, realisasi anggaran, serta hasil evaluasi dari lembaga terkait
