Jakarta, lajunetwork.id – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendukung penuh ekspansi festival fesyen wastra berbasis komunitas ke pasar regional, khususnya Malaysia dan Singapura. Langkah ini diarahkan untuk memperluas penetrasi jenama lokal agar tidak hanya bersaing di dalam negeri, tetapi juga dikenal di Asia Tenggara.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Bekraf, Irene Umar, menyatakan bahwa penetrasi pasar internasional memerlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Kerja sama strategis bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), media massa, kalangan pelajar, hingga komunitas lokal di negara tujuan menjadi kunci utama keberhasilan ekosistem ini.
“Tentu ini perlu kolaborasi dengan KBRI di sana, media, pelajar, dan komunitas yang sudah ada. Kuncinya kerja sama. Kita meningkatkan public awareness sehingga market kita tidak hanya Indonesia, tetapi Singapura dan Malaysia,” ujar Irene di Jakarta, Kamis (13/8).
Pemerintah memberikan dukungan penuh pada inisiatif platform lokal Folkacommunal yang merancang tiga ajang fesyen dan kriya berbasis komunitas di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Rangkaian acara akan dibuka dengan Pesta Folka di Jakarta pada 29–30 Agustus, diikuti Pesta Folka di Singapura pada 23–25 Oktober, serta Sukaria Market di Malaysia yang digelar berbarengan pada 23–25 Oktober mendatang.
Untuk menarik minat generasi muda, Irene mengusulkan pendekatan kreatif dalam mengenakan busana tradisional seperti kebaya. Salah satu yang didorong adalah konsep pemadupadanan busana interaktif atau Kebaya Play, yang mengadaptasi semangat cosplay namun berfokus pada kekayaan budaya Nusantara.
“Kalau cosplay itu dari Jepang, kita bikin misalnya Kebaya Play. Ceritakan kebayanya seperti apa. Ini bagus karena memberikan ruang bagi orang yang ingin dress up berbasis komunitas. Kalau komunitasnya sudah kuat, itu nilai penting untuk sebuah event,” kata Irene.
Sementara itu, CEO sekaligus Founder PT Folkacommunal Kreasi Sukaria, Sara Tobing, menjelaskan bahwa ekspansi internasional ini bertujuan menciptakan peluang bisnis baru bagi jenama lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Melalui tiga kekayaan intelektual (intellectual property/IP) miliknya yakni Sukaria Market, Pesta Folka, dan Trinkieland—pihaknya ingin menyajikan pengalaman berinteraksi dengan produk kreatif Indonesia yang relevan dengan tren anak muda masa kini.
“Kita ingin memperkenalkan wastra Indonesia seperti kebaya kepada Gen Z, membantu mereka menemukan gaya yang cocok agar makin percaya diri. Tahun ini kami mencoba go international,” tutur Sara.
