Ambon, lajunetwork.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mendorong peningkatan kesejahteraan lanjut usia (lansia) melalui berbagai program pemberdayaan yang memungkinkan mereka tetap aktif dan mandiri di usia senja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka ruang bagi lansia produktif untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, khususnya melalui pengembangan usaha mikro.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap kelompok lansia tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada upaya memperkuat kemandirian ekonomi agar mereka tetap memiliki peran dalam kehidupan masyarakat.
“Pemerintah Kota Ambon memberikan kesempatan kepada para lansia yang masih aktif untuk terus berkarya melalui berbagai program pemberdayaan dan dukungan bagi pelaku usaha mikro. Dengan demikian, mereka tetap produktif dan dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” kata Wattimena di Ambon, Rabu.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi bagi lansia merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat bagi warga lanjut usia. Program tersebut diharapkan dapat membantu lansia mempertahankan aktivitas sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
Wattimena menegaskan bahwa peringatan Hari Lanjut Usia Nasional seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut, kata dia, perlu dijadikan ajang refleksi dan evaluasi terhadap berbagai kebijakan serta program yang telah dijalankan untuk memenuhi kebutuhan lansia.
“Hari Lanjut Usia Nasional harus menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melihat sejauh mana perhatian yang telah diberikan kepada para lansia, sekaligus merumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka di masa mendatang,” ujarnya.
Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, Pemkot Ambon juga terus memperkuat layanan kesehatan bagi lansia melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, serta pengembangan berbagai program kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah kota juga merencanakan pembangunan rumah sakit yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas, termasuk bagi para lansia.
“Ke depan kami berencana membangun rumah sakit bagi masyarakat miskin sehingga seluruh warga, termasuk lansia, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, terjangkau, dan mudah diakses,” kata Wattimena.
Ia menilai bahwa kesehatan dan kemandirian ekonomi merupakan dua faktor penting yang saling berkaitan dalam menciptakan kualitas hidup yang baik bagi lansia. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga dan dukungan ekonomi yang memadai, para lansia dapat menjalani masa tua secara lebih aktif, produktif, dan mandiri.
Pada kesempatan tersebut, Wattimena juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih menghargai keberadaan orang tua dan lansia dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, lansia bukanlah beban, melainkan sumber pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga.
“Orang tua memiliki pengalaman hidup yang panjang dan penuh pelajaran. Karena itu, mereka harus dihormati dan dihargai, bukan dipandang sebagai beban keluarga,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, Pemkot Ambon optimistis kesejahteraan lansia dapat terus ditingkatkan. Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan berbagai program pelayanan dan pemberdayaan agar para lansia dapat menikmati masa tua yang sehat, mandiri, produktif, serta bahagia.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Ambon sebagai kota yang ramah lansia, di mana setiap warga lanjut usia memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup layak, berdaya, dan tetap berperan dalam pembangunan sosial maupun ekonomi.
