Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan bertanggung jawab penuh atas dampak ledakan dan kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam.
“Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi. Fokus kami adalah penanganan korban dan memastikan tidak ada dampak yang meluas,” ujarnya, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan bahwa SPBE yang mengalami ledakan merupakan milik swasta yang menjadi mitra Pertamina Patra Niaga.
Pertamina memastikan seluruh biaya penanganan medis korban luka akibat insiden tersebut akan ditanggung sepenuhnya.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen memperbaiki kerusakan rumah warga terdampak setelah proses pendataan bersama pemerintah setempat rampung.
“Penanganan medis korban akan kami berikan yang terbaik. Untuk kerusakan rumah, akan kami identifikasi bersama pemerintah setempat sebelum dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan jumlah korban luka bakar mencapai 12 orang berdasarkan data sementara.
Para korban, yang terdiri dari warga sekitar dan karyawan SPBE, mengalami luka bakar serius hingga 60–70 persen dan saat ini menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
“Kami masih melakukan pendataan. Korban tersebar di beberapa rumah sakit dan kondisinya cukup serius,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan dan kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Keterangan dari saksi dan warga sekitar masih dikumpulkan untuk mengungkap kronologi kejadian.
Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dibantu warga berjibaku mengendalikan api.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi risiko tinggi dari fasilitas energi serta pentingnya pengawasan ketat terhadap standar keselamatan operasional.
