Merauke, lajunetwork.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 818/Yuboi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pertahanan wilayah perbatasan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat mengunjungi satuan Yonif TP 818/Yuboi di Merauke pada Jumat (23/10).
Menurut dia, posisi Papua Selatan yang berbatasan dengan negara lain memiliki arti strategis dalam mendukung sistem pertahanan nasional.
“Keberadaan Yonif TP 818/Yuboi merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah, khususnya di Papua Selatan yang memiliki posisi penting sebagai kawasan perbatasan negara,” kata Sjafrie dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie menekankan pentingnya peningkatan kemampuan tempur bagi seluruh prajurit Yonif TP 818/Yuboi.
Kemampuan tersebut dinilai perlu terus diasah agar prajurit dapat menjalankan tugas pertahanan wilayah secara optimal sekaligus menjaga keamanan masyarakat di sekitar wilayah penugasan.
Ia menilai kesiapan dan kekuatan tempur merupakan unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI, terutama di kawasan yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara.
Selain menjalankan fungsi pertahanan, Sjafrie juga mengingatkan bahwa satuan Yonif Teritorial Pembangunan memiliki peran dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut dia, prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan militer yang memadai, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Yonif Teritorial Pembangunan dilengkapi dengan unsur pendukung di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur. Keberadaan unsur-unsur tersebut diharapkan dapat menunjang pelaksanaan program pembangunan di wilayah penugasan.
Melalui kemampuan tersebut, satuan YTP diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi daerah, membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta mendorong peningkatan aktivitas ekonomi warga di kawasan perbatasan Papua Selatan.
Sjafrie optimistis keberadaan satuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah terluar Papua.
Sinergi antara pelaksanaan tugas pertahanan dan kegiatan pembangunan diharapkan mampu memperkuat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat.
“Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi kekuatan pertahanan yang tangguh, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan,” ujarnya.
Dengan demikian, keberadaan Yonif TP 818/Yuboi di Merauke diharapkan dapat menjalankan dua fungsi yang saling mendukung, yakni memperkuat pertahanan wilayah perbatasan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pelaksanaan kedua fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan prajurit TNI yang mampu menjaga keamanan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.
