Lebanon, lajunetwork.id – Sedikitnya dua orang, termasuk seorang paramedis, dilaporkan tewas akibat serangan Israel di wilayah selatan Lebanon pada Minggu (24/5/2026). Serangan tersebut juga menyebabkan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Informasi itu disampaikan Kementerian Kesehatan Lebanon dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama. Menurut kementerian, serangan udara Israel menyasar kawasan Arab-Salim di wilayah Nabatiyeh.
“Serangan udara Israel yang ditargetkan ke permukiman Arab-Salim di wilayah Nabatiyeh menewaskan dua orang, termasuk seorang paramedis, dan menyebabkan 10 orang lainnya luka-luka,” demikian pernyataan kementerian.
Korban luka dilaporkan mencakup dua paramedis dari Islamic Committee serta empat paramedis dari Asosiasi Islamic Risala Scout yang berada di lokasi saat serangan terjadi.
Selain menimbulkan korban jiwa, serangan Israel sebelumnya juga disebut menghancurkan sebuah pusat pertahanan sipil di kota Nabatieh. Namun, otoritas kesehatan Lebanon memastikan tidak ada petugas penyelamat di dalam gedung ketika serangan berlangsung.
Kementerian Kesehatan Lebanon sebelumnya melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir total 28 orang menjadi korban tewas maupun luka-luka akibat rangkaian serangan Israel di sejumlah wilayah Lebanon.
Sejak konflik meningkat, jumlah korban akibat serangan di Lebanon terus bertambah. Data terbaru mencatat sedikitnya 3.151 orang meninggal dunia dan 9.571 lainnya mengalami luka-luka.
Militer Israel diketahui melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah Lebanon selatan sejak Sabtu (23/5/2026). Intensitas serangan dilaporkan terus berlanjut hingga Minggu di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara.
