Kuwait, lajunetwork.id – Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil menghadapi serangan rudal dan drone yang diduga diluncurkan Iran dan mengarah ke pangkalan udara milik Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip media pemerintah Kuwait pada Kamis (28/5), militer menyebutkan bahwa sirene peringatan terdengar di berbagai wilayah negara sebagai bagian dari langkah antisipasi keamanan nasional.
“Staf Umum Angkatan Darat mencatat bahwa setiap suara ledakan yang terdengar merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh,” demikian pernyataan militer Kuwait seperti dikutip dari Al Jazeera.
Namun demikian, pihak militer Kuwait tidak menjelaskan secara rinci lokasi pencegatan maupun jumlah rudal dan drone yang berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.
Pemerintah Kuwait juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi keamanan regional yang memanas.
“Warga diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang,” lanjut pernyataan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk, terutama terkait aktivitas militer dan keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Sebelumnya, militer AS kembali melancarkan operasi yang menargetkan infrastruktur drone Iran yang dinilai mengancam pasukan Amerika serta pelayaran komersial internasional di kawasan tersebut.
Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan kepada Reuters bahwa militer Amerika berhasil menembak jatuh empat drone serang Iran. Selain itu, pasukan AS juga menyerang stasiun kendali darat di kota pelabuhan Bandar Abbas yang disebut akan digunakan untuk meluncurkan drone kelima.
Serangan tersebut berlangsung hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump membantah laporan Iran mengenai adanya kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak mentah global. Ketegangan di kawasan itu kerap memicu kekhawatiran pasar internasional terhadap stabilitas pasokan energi dan keamanan regional.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait klaim Kuwait maupun operasi militer terbaru yang dilakukan Amerika Serikat.
