Jakarta, lajunetwork.id – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin meminta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan keamanan siber. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kompleksitas ancaman siber global.
Permintaan itu disampaikan Nurul dalam rapat kerja bersama BSSN di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. Menurutnya, perkembangan teknologi AI tidak hanya membawa manfaat bagi transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang dapat berdampak pada keamanan nasional, perlindungan data, hingga stabilitas sosial.
“AI adalah pelayan, manusia adalah tuannya. Jangan sampai posisi itu berbalik. Teknologi harus tetap berada di bawah kendali manusia dan digunakan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Nurul.
Ia menilai kecerdasan buatan saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi otomatisasi sederhana. Kemampuan AI yang dapat belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis data membuat teknologi tersebut memiliki potensi besar, termasuk dalam aspek serangan siber.
Menurut Nurul, ancaman yang muncul dari pemanfaatan AI berbeda dengan serangan siber konvensional. Jika sebelumnya serangan digital umumnya bergantung pada intervensi manusia, sistem berbasis AI kini mampu bekerja secara mandiri dalam mengidentifikasi celah keamanan, mempelajari pola pertahanan, hingga merancang strategi penetrasi secara berkelanjutan.
“Karakter ancaman siber berbasis AI jauh lebih kompleks karena mampu beradaptasi dengan sistem yang dihadapi dan melakukan serangan secara persisten tanpa harus selalu dikendalikan manusia,” katanya.
Ia mengungkapkan sejumlah perusahaan keamanan siber internasional telah melaporkan kemunculan berbagai perangkat berbasis AI yang mampu mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Fenomena tersebut, lanjut Nurul, menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat sistem pertahanan siber nasional agar mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman digital generasi baru.
Selain peningkatan kapasitas teknologi, ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara pemerintah pusat, kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah dalam membangun sistem keamanan siber yang terintegrasi.
Menurutnya, keamanan digital tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan perlindungan terhadap infrastruktur digital nasional berjalan secara optimal.
Nurul juga menyoroti pentingnya pengembangan SDM sebagai fondasi utama dalam membangun kemandirian digital Indonesia. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap teknologi asing dapat menjadi tantangan strategis apabila Indonesia tidak memiliki talenta yang mampu mengembangkan dan mengelola teknologi secara mandiri.
Karena itu, penguatan pendidikan, pelatihan, serta pengembangan talenta di bidang AI dan keamanan siber harus menjadi prioritas nasional dalam beberapa tahun ke depan.
“Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat menentukan. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain, tetapi harus mampu melahirkan inovator dan pengembang teknologi sendiri,” ujarnya.
Lebih jauh, Nurul menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengingatkan agar perkembangan AI tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Menurutnya, pemanfaatan AI yang tepat dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat pelayanan publik, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan digital.
“Jangan sampai kemajuan teknologi hanya dinikmati oleh segelintir pihak. AI harus menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Nurul.
Di tengah percepatan transformasi digital yang berlangsung secara global, penguatan kapasitas SDM, keamanan siber, dan tata kelola teknologi dinilai menjadi langkah krusial bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan digital sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi yang ditawarkan oleh perkembangan kecerdasan buatan.
