Sleman, lajunetwork.id – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melakukan investigasi atas dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru SD Negeri 1 Sumberagung, Kabupaten Bantul, setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala KPPG Sleman Harsono Budi Waluyo mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Sejumlah sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian telah diambil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Pengambilan sampel makanan telah dilakukan oleh pihak Puskesmas sebagai bagian dari proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif,” ujar Harsono dalam keterangan tertulis, Rabu.
Dalam penanganan kasus tersebut, KPPG Sleman berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta unsur terkait di wilayah setempat.
Harsono mengatakan pemantauan terhadap kondisi penerima manfaat juga terus dilakukan, termasuk terhadap dua orang yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Berdasarkan laporan yang diterima pada Senin (7/9), keluhan kesehatan muncul setelah para penerima manfaat menyantap menu MBG yang dibagikan pada Jumat (4/9).
Menu yang didistribusikan pada hari tersebut terdiri atas Potato Wedges, bistik galantin, tempe garit, cah buncis wortel, dan semangka merah.
Dari hasil pemantauan sementara, sebanyak 53 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Mereka terdiri atas 50 siswa dan tiga guru.
“51 orang menjalani rawat jalan dan dua orang menjalani rawat inap,” kata Harsono.
Untuk mengetahui kemungkinan sumber gangguan kesehatan, Puskesmas Jetis 2 telah mengambil sampel makanan dari SPPG Bantul Jetis Patalan 2. Sampel tersebut selanjutnya diperiksa sebagai bagian dari proses investigasi.
Selain pemeriksaan terhadap sampel makanan, KPPG Sleman melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Bantul Jetis Patalan 2 yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan MBG ke sekolah tersebut.
Evaluasi mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan makanan, mulai dari penerimaan dan penyimpanan bahan baku, persiapan serta pengolahan, pemorsian, penyimpanan, hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.
Aspek lain yang diperiksa meliputi penerapan higiene dan sanitasi, pengendalian mutu, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Sebagai langkah penanganan sementara, operasional SPPG yang bersangkutan dihentikan. KPPG Sleman juga meminta pemantauan terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan tetap dilakukan sampai kondisi mereka dinyatakan membaik.
“Saat ini SPPG tersebut sudah diberhentikan operasional, kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai dengan hasil pemeriksaan dan informasi resmi,” ujar Harsono.
KPPG Sleman menegaskan aspek keselamatan dan kesehatan penerima manfaat menjadi perhatian utama dalam proses penanganan kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan sampel dan evaluasi penyelenggaraan MBG akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
