Jakarta, lajunetwork.id – Sebuah kapal kontainer mengalami kerusakan parah dan terbakar dalam insiden yang terjadi di perairan dekat Oman, Sabtu malam waktu setempat. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan otoritas terkait.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan menerima informasi mengenai insiden itu pada Sabtu sekitar pukul 22.40 GMT. Lokasi kejadian berada sekitar 16,7 kilometer di sebelah timur pesisir Oman, salah satu kawasan yang berada di jalur pelayaran strategis menuju Selat Hormuz.
Dalam pemberitahuannya, UKMTO menyatakan kapal mengalami kerusakan pada bagian buritan yang kemudian memicu kebakaran di atas kapal.
“Otoritas militer melaporkan bahwa sebuah kapal kontainer mengalami kerusakan di bagian buritan kapal yang menyebabkan kebakaran di atas kapal,” demikian keterangan UKMTO.
Lembaga tersebut tidak mengungkap identitas kapal maupun pihak yang diduga terlibat dalam insiden. UKMTO juga menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab kerusakan tersebut.
Namun, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyampaikan keterangan berbeda. Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut kapal yang dimaksud adalah GFS Galaxy, kapal kontainer berbendera Siprus yang diklaim diserang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran ketika melintasi Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, serangan tersebut menyebabkan kebakaran di dalam kapal dan mengakibatkan kerusakan serius pada ruang mesin sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran. Komando militer Amerika Serikat juga menyebut satu orang awak kapal dilaporkan hilang setelah insiden itu.
Berdasarkan data pelacakan maritim, GFS Galaxy memiliki panjang sekitar 304 meter dengan lebar sekitar 40 meter. Posisi terakhir kapal itu tercatat berada di kawasan Teluk Persia dua hari sebelum insiden dilaporkan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun Korps Garda Revolusi Islam terkait tuduhan yang disampaikan oleh pihak Amerika Serikat.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Kawasan tersebut menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi lintasan utama pengiriman minyak mentah serta berbagai komoditas internasional.
Perkembangan terbaru mengenai penyebab insiden maupun kondisi awak kapal masih menunggu hasil penyelidikan dan konfirmasi dari otoritas terkait.
