Sentimen positif juga terlihat di pasar saham Asia. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,5% ke posisi 24.869,71, sementara indeks komposit Shanghai menguat 0,3% menjadi 3.935,05.
Sebelumnya, ketegangan sempat meningkat setelah Trump mengancam akan menghancurkan Pulau Kharg pusat ekspor minyak utama Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai.
Ia bahkan menyebut fasilitas vital seperti pembangkit listrik dan sumur minyak Iran sebagai target potensial serangan.
Namun di hari yang sama, Trump juga menyatakan adanya komunikasi dengan pihak yang disebutnya sebagai “rezim yang lebih masuk akal” di Teheran.
Pernyataan ini langsung dibantah oleh Iran, yang menuding AS menyebarkan informasi menyesatkan sebagai kedok untuk persiapan invasi militer.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut mengonfirmasi adanya upaya diplomatik, dengan menyatakan harapan untuk menjalin kerja sama dengan elemen tertentu dalam pemerintahan Iran.
Di sisi lain, para analis pasar memperingatkan bahwa eskalasi konflik terutama jika melibatkan operasi darat atau serangan balasan Iran berpotensi mendorong harga minyak melonjak tajam, bahkan bisa menyentuh level tertinggi sejak 2008, saat harga Brent hampir mencapai US$150 per barel.
Perkembangan situasi ini terus menjadi perhatian dunia, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi global.
