Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan tujuh wilayah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi berada dalam status siaga tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan sekitar Bitung, Kamis (1/4/2026) pagi.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyebutkan sejumlah daerah di Maluku Utara yang berpotensi terdampak meliputi Ternate, Halmahera, dan Tidore.
Sementara itu, di wilayah Sulawesi Utara, potensi siaga tsunami mencakup Bitung, bagian selatan Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, serta Kabupaten Minahasa Utara.
Selain wilayah siaga, BMKG juga mengidentifikasi sejumlah daerah dengan status waspada, di antaranya Kepulauan Sangihe, bagian utara Minahasa Utara, serta wilayah selatan Bolaang Mongondow.
Gempa yang terjadi pada pukul 06.48 WITA tersebut terasa kuat di Manado dan sekitarnya, memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi bencana lanjutan.
BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Zulkifli.
Selain itu, warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa dan memastikan kondisi tempat tinggal aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
BMKG juga menegaskan pentingnya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi guna menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah situasi darurat.
Perkembangan situasi masih terus dipantau, sementara masyarakat di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan maupun risiko tsunami.
