Kaltara, lajunetwork.id – Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati. Menurutnya, fasilitas perbatasan tersebut menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjaga kedaulatan sekaligus melayani masyarakat di kawasan terluar Indonesia.
Dalam kunjungan kerjanya ke PLBN Labang, Jumat (29/5), Rahmawati mengaku terkesan dengan kondisi bangunan yang berdiri megah di tengah kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Ia menilai desain PLBN tidak hanya kokoh dari sisi fungsi, tetapi juga memiliki nilai estetika yang berpadu dengan panorama alam sekitar.
“Bangunannya sangat baik, indah, dan memiliki sentuhan seni. Dari lokasi ini kita bisa menikmati pemandangan sungai dan pegunungan yang menjadi wajah terdepan Indonesia di wilayah perbatasan,” ujar Rahmawati di Nunukan, Minggu.
Menurutnya, keberadaan PLBN Labang memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun petugas yang menjalankan tugas negara di kawasan perbatasan. Fasilitas dasar seperti listrik, air bersih, dan berbagai sarana pendukung lainnya dinilai telah tersedia dengan baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain infrastruktur, Rahmawati juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional PLBN. Ia mengapresiasi kebijakan yang membuka ruang bagi warga sekitar untuk bekerja dan berkontribusi dalam pengelolaan fasilitas perbatasan tersebut.
“Hal yang membanggakan adalah sebagian besar tenaga kerja yang bertugas di sini merupakan warga lokal. Ini menunjukkan bahwa pembangunan perbatasan juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat,” katanya.
Rahmawati berharap PLBN Labang tidak hanya menjadi pintu keluar-masuk masyarakat yang melakukan aktivitas lintas negara, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penting dalam memperkuat pengawasan dan keamanan wilayah perbatasan.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut menjadi penegasan bahwa negara hadir dan serius menjaga wilayah terdepan Indonesia dari berbagai potensi pelanggaran maupun aktivitas ilegal di kawasan perbatasan.
“Bangunan ini menjadi simbol bahwa perbatasan Indonesia dijaga dengan baik. Kehadirannya penting, bukan hanya untuk pelayanan masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan negara,” ujarnya.
Perjalanan menuju PLBN Labang sendiri tidaklah mudah. Rahmawati bersama rombongan harus menempuh perjalanan darat selama sekitar tujuh hingga delapan jam dari Tanjung Selor menuju Mansalong. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur sungai menggunakan perahu bermesin tempel dengan waktu tempuh antara empat hingga delapan jam, tergantung kondisi cuaca dan arus sungai.
Akses yang cukup menantang tersebut menjadi gambaran nyata kondisi geografis wilayah perbatasan Kalimantan Utara yang masih didominasi bentang alam sungai dan pegunungan.
PLBN Labang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sebagian besar pos lintas batas negara lainnya di Indonesia. Fasilitas yang diresmikan pada 2 Oktober 2024 pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu menjadi salah satu PLBN unik karena seluruh aktivitas perlintasan dilakukan melalui jalur sungai.
Masyarakat yang melintas menggunakan perahu sebagai sarana transportasi utama, menjadikan PLBN Labang sebagai gerbang perbatasan yang mencerminkan karakter geografis khas pedalaman Kalimantan.
Keberadaan PLBN tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan negara di wilayah perbatasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta mempererat hubungan sosial dan budaya masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
