Jakarta, lajunetwork.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, resmi memperkenalkan diri kepada publik setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin lembaga tersebut menggantikan Dadan Hindayana. Dalam kesempatan itu, Nanik menegaskan latar belakang akademiknya sekaligus memperkenalkan dua wakil kepala BGN yang baru.
Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6), Nanik menyampaikan bahwa dirinya memiliki latar belakang pendidikan di bidang biologi dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
“Perlu saya tegaskan bahwa saya adalah Sarjana Biologi, bukan Sarjana Kehutanan. Sebelum dipercaya memimpin BGN, saya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN,” ujar Nanik.
Penegasan tersebut disampaikan di tengah proses transisi kepemimpinan di tubuh BGN yang saat ini menjadi sorotan publik menyusul berbagai dinamika yang terjadi di lembaga tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga memperkenalkan dua wakil kepala BGN yang baru ditunjuk Presiden, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menurut Nanik, penunjukan keduanya didasarkan pada kebutuhan organisasi untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, dan pelaksanaan program-program strategis BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk posisi Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dinilai memiliki kompetensi yang kuat di bidang pengawasan dan pengelolaan keuangan negara. Nanik menjelaskan bahwa Agustina memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam bidang audit dan pengawasan internal pemerintahan.
Sebelumnya, Agustina pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sebuah posisi yang memberinya pengalaman luas dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
“Pengalaman beliau selama 34 tahun di bidang pengawasan dan audit akan sangat membantu memperkuat tata kelola organisasi, khususnya dalam aspek pengawasan keuangan dan penggunaan anggaran di lingkungan BGN,” kata Nanik.
Ia menambahkan bahwa salah satu tugas utama yang diberikan kepada Agustina adalah memastikan pengelolaan anggaran BGN berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.
Sementara itu, terkait penunjukan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala BGN, Nanik menjelaskan bahwa proses pengunduran diri dari dinas militer telah diajukan dan saat ini sedang berlangsung.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai status Trenggono yang masih tercatat sebagai perwira aktif TNI saat pengumuman penunjukannya.
“Sebelum muncul pertanyaan mengenai status beliau sebagai prajurit aktif, perlu kami sampaikan bahwa proses pengunduran diri sudah diajukan dan sedang berjalan. Kami berharap dalam waktu dekat proses tersebut dapat selesai,” ujarnya.
Menurut Nanik, Trenggono dipilih karena memiliki pengalaman yang relevan dengan kebutuhan BGN, khususnya dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan dukungan logistik yang luas.
Selain memiliki latar belakang militer, Trenggono juga diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Pengalaman tersebut dinilai memberikan pemahaman yang kuat mengenai sektor pangan dan distribusi logistik.
Nanik menilai kemampuan Trenggono dalam mengelola jaringan teritorial serta pengalaman kepemimpinannya akan menjadi nilai tambah bagi pelaksanaan program-program BGN di berbagai daerah.
“Pengalaman beliau dalam bidang pangan dan kemampuan membangun koordinasi di berbagai wilayah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukan ini,” katanya.
Dengan susunan kepemimpinan baru tersebut, BGN berharap dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu agenda strategis nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Nanik menegaskan bahwa jajaran pimpinan baru berkomitmen memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan pengawasan penggunaan anggaran, serta memastikan seluruh program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
