Medan, lajunetwork.id – Puluhan ribu pelanggan Perumda Tirtanadi di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang mengalami gangguan pasokan air bersih selama beberapa hari terakhir akibat kerusakan infrastruktur yang dipicu pemadaman listrik berulang di Sumatera Utara.
Gangguan layanan tersebut terjadi sejak awal pekan dan berdampak pada sedikitnya tujuh kecamatan yang mengalami penghentian distribusi air secara total. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Kota, Medan Area, Medan Perjuangan, dan Medan Maimun di Kota Medan, serta Kecamatan Delitua dan Percut Sei Tuan di Kabupaten Deli Serdang.
Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan ketidakstabilan arus listrik pada fasilitas pengolahan air milik perusahaan. Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah mesin operasional di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Deli Tua.
Menurut Ardian, gangguan listrik yang terjadi secara berulang tidak hanya merusak peralatan mekanis dan elektronik, tetapi juga menimbulkan tekanan ekstrem dalam jaringan distribusi air. Tekanan mendadak tersebut memicu kerusakan pada pipa utama yang menjadi jalur distribusi air ke ribuan pelanggan.
“Pemadaman listrik yang berulang kali menyebabkan sejumlah mesin mengalami kerusakan. Selain itu, perubahan tekanan dalam sistem juga berdampak pada jaringan distribusi,” katanya saat meninjau lokasi perbaikan di Kecamatan Delitua.
Kerusakan paling serius terjadi pada pipa distribusi utama berdiameter 1.000 milimeter yang pecah akibat tekanan tinggi dalam jaringan. Pipa tersebut merupakan salah satu jalur utama yang memasok kebutuhan air bersih ke sejumlah kawasan padat penduduk di Medan dan Deli Serdang.
Meski demikian, pihak Tirtanadi menyebut beberapa titik kerusakan lain telah berhasil diperbaiki dan kembali beroperasi secara normal. Fokus pekerjaan saat ini diarahkan pada penyelesaian perbaikan jalur utama yang menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air.
Untuk mempercepat proses pemulihan, manajemen Tirtanadi sempat menghentikan sementara seluruh kegiatan produksi air bersih pada Rabu (10/6/2026). Langkah tersebut diambil agar tim teknis dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh tanpa terganggu proses operasional harian.
Perusahaan menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan mesin dan penyambungan kembali pipa utama dapat diselesaikan dalam waktu singkat sehingga pasokan air dapat kembali mengalir secara bertahap kepada pelanggan.
“Mudah-mudahan proses perbaikan dapat selesai sesuai target sehingga distribusi air kembali normal dalam waktu dekat,” ujar Ardian.
Selama masa gangguan berlangsung, masyarakat di wilayah terdampak diminta menggunakan cadangan air secara bijak dan menghemat pemakaian untuk kebutuhan yang paling mendesak.
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Tirtanadi juga mengerahkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke kawasan yang mengalami kesulitan pasokan paling parah. Layanan tersebut diberikan secara gratis guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama proses perbaikan berlangsung.
Krisis air bersih ini menjadi tantangan serius bagi pelayanan publik di Sumatera Utara, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih. Peristiwa tersebut juga menyoroti pentingnya keandalan pasokan listrik dan perlindungan infrastruktur vital agar gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Pihak Tirtanadi memastikan akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan hingga seluruh jaringan distribusi berfungsi normal, sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat kembali berjalan optimal.
