Jakarta, lajunetwork.id – Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Christopher Landau, melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pekan ini dengan membawa agenda penguatan kerja sama ekonomi, investasi, serta kemitraan strategis antara kedua negara.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian lawatan Landau ke kawasan Asia Tenggara yang berlangsung pada 6–13 Juni 2026. Indonesia menjadi salah satu tujuan penting dalam upaya Washington memperdalam hubungan dengan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi bahwa Landau diterima oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, di Jakarta pada Jumat (12/6).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat membahas berbagai isu prioritas dalam hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi dan investasi.
“Kedua wakil menteri membahas sejumlah agenda strategis, termasuk pengembangan ekonomi digital serta upaya mendorong peningkatan investasi Amerika Serikat di berbagai sektor di Indonesia,” ujar Nabyl dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Selain kerja sama ekonomi, pembahasan juga mencakup sejumlah sektor yang menjadi perhatian kedua negara, seperti energi terbarukan, teknologi, dan kemaritiman.
Pemerintah Indonesia menyambut baik kunjungan Landau sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin dalam kerangka Kemitraan Strategis Indonesia-Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut dinilai penting untuk membuka peluang kerja sama baru di tengah meningkatnya dinamika ekonomi dan geopolitik kawasan.
Di sela kunjungannya ke Jakarta, Landau juga melakukan sejumlah agenda budaya dengan mengunjungi Museum Nasional dan Museum Tekstil sebagai bagian dari pengenalan terhadap warisan budaya Indonesia.
Sebelum bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Landau terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, pada Kamis (11/6).
Berdasarkan keterangan resmi ASEAN, kedua pihak membahas berbagai langkah untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership/CSP) antara ASEAN dan Amerika Serikat.
Pembahasan tersebut antara lain mencakup persiapan peringatan 50 tahun hubungan kemitraan ASEAN-AS serta lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif yang akan diperingati pada 2027.
Selain itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global serta sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama.
Kunjungan ke Indonesia merupakan bagian dari lawatan resmi pertama Christopher Landau ke Asia Tenggara sejak menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
Sebelum tiba di Jakarta, ia lebih dahulu mengunjungi Singapura dan Vietnam. Di Vietnam, Landau menghadiri ASEAN Future Forum di Hanoi serta melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat pemerintah setempat.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, memperluas investasi perusahaan-perusahaan AS, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Selain fokus pada hubungan bilateral, lawatan Landau juga menjadi bagian dari strategi Amerika Serikat untuk memperkuat keterlibatan di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.
Washington menegaskan komitmennya untuk mendukung stabilitas, kemakmuran, dan keamanan kawasan melalui peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, serta kolaborasi strategis dengan negara-negara mitra.
Bagi Indonesia, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperluas peluang investasi dan kerja sama di berbagai sektor strategis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra penting Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.
Dengan hubungan bilateral yang terus berkembang, kedua negara diharapkan dapat memperluas kerja sama yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung stabilitas dan pembangunan kawasan secara berkelanjutan.
