Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan hubungan Indonesia dan Singapura akan terus bertumpu pada penguatan kerja sama ekonomi. Menurut dia, kolaborasi kedua negara kini berkembang ke berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, energi, hingga ekonomi digital.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong seusai pertemuan Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
“Kerja sama ekonomi kita tetap jadi pilar utama dalam hubungan kita. Di semua bidang kita melihat peningkatan kerja sama,” kata Prabowo.
Presiden mengatakan kedua negara sepakat memperluas kemitraan di sejumlah bidang, antara lain perdagangan, konektivitas, energi, ekonomi digital, pengembangan ekosistem digital, keamanan siber, serta ketahanan pangan.
Dalam sektor energi, pemerintah Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk menindaklanjuti kerja sama perdagangan listrik lintas batas beserta pengembangan proyek-proyek lanjutan. Selain itu, Indonesia dan Singapura juga menyepakati penguatan kerja sama di bidang pangan dan rantai pasok sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan ekonomi kedua negara.
Di bidang pertahanan dan keamanan, Prabowo menyatakan implementasi perjanjian kerja sama yang telah disepakati sebelumnya terus berjalan. Menurut dia, hubungan bilateral yang kuat tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan yang erat antarmasyarakat.
“Kemitraan yang kuat dibangun atas dasar kepercayaan, tidak hanya antara pemerintah, tapi rakyat kedua negara. Oleh karena itu, konektivitas, pariwisata, pendidikan, kerja sama antara pemuda menjadi sangat penting,” ujarnya.
Prabowo mengungkapkan pertemuan tahunan para pemimpin Indonesia dan Singapura tahun ini menghasilkan 26 capaian konkret, terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah dan delapan kesepakatan bisnis atau business-to-business (B2B).
Menurut Presiden, berbagai kesepakatan tersebut mencerminkan semakin luasnya ruang kerja sama yang dibangun kedua negara.
“Capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita,” kata Prabowo.
Ia menilai Indonesia dan Singapura memiliki hubungan yang bersifat strategis karena sama-sama berkepentingan menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Oleh sebab itu, kedua negara memiliki pandangan yang sama bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dapat dicapai apabila kawasan tetap berada dalam kondisi damai dan stabil.
Prabowo juga menggambarkan pertemuannya dengan Lawrence Wong berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Menurut dia, kedua pemimpin sepakat menyelesaikan setiap perbedaan pandangan melalui dialog sebagai mitra dan sahabat.
“Kita sepakat kalau ada salah paham atau salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka,” kata Prabowo.
