Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi, riset, dan hilirisasi sektor pertanian guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Mentan saat menerima jajaran pimpinan dan akademisi UGM dalam pertemuan yang berlangsung di kediamannya di Jakarta, Senin. Diskusi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB itu dihadiri Rektor UGM Prof. Ova Emilia, para wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, hingga mahasiswa dari klaster agro.
Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mempercepat lahirnya inovasi pertanian yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan serta memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Kita membutuhkan kampus, pemerintah, dan dunia usaha berjalan bersama. Hasil penelitian harus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar Amran.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melahirkan inovasi, teknologi, dan sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan pembangunan sektor pertanian nasional.
Ia menegaskan bahwa tantangan pertanian tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix, sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai kajian akademik, melainkan mampu diimplementasikan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Amran mengajak UGM memperluas kerja sama di berbagai subsektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan komoditas strategis seperti kedelai dan bawang putih sebagai langkah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Salah satu fokus yang didorong adalah penguatan riset bawang putih di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi nasional.
Di sektor peternakan, Mentan mendorong pengembangan teknologi reproduksi melalui produksi semen beku serta persilangan sapi Belgian Blue dengan Brahman. Menurutnya, inovasi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas ternak nasional dan menjadi terobosan penting dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani.
“Kembangkan semen beku dan persilangan sapi agar menghasilkan produktivitas yang tinggi. Ini akan menjadi lompatan besar bagi peternakan Indonesia,” katanya.
Amran juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil penelitian. Ia berharap riset yang dihasilkan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan pertanian.
“Lakukan penelitian yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian jangan hanya menjadi Scopus, tetapi harus memberikan manfaat bagi rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mentan mengatakan bahwa visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan produksi protein nasional, serta mengembangkan energi terbarukan berbasis biodiesel dan bioetanol hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia akademik, dan sektor usaha.
Sementara itu, Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kementerian Pertanian yang melibatkan seluruh unsur perguruan tinggi dalam forum diskusi strategis tersebut.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi salah satu forum paling komprehensif yang pernah diikuti bersama seorang menteri karena melibatkan berbagai elemen kampus, mulai dari peneliti, pusat studi, dosen, hingga mahasiswa, untuk membahas masa depan pertanian Indonesia.
“Selama saya menjabat, ini merupakan diskusi yang sangat lengkap bersama seorang menteri. Peneliti, pusat studi, dosen, hingga mahasiswa hadir bersama membahas masa depan pertanian Indonesia,” ujarnya.
Ova menegaskan bahwa UGM siap mendukung agenda pembangunan pertanian nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu. Menurutnya, visi Kementerian Pertanian sejalan dengan komitmen UGM dalam menghadirkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami siap mendukung apa yang telah disampaikan Bapak Menteri. Apa yang menjadi visi Kementerian Pertanian sejalan dengan semangat UGM untuk menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat,” kata Ova.
