Jakarta, lajunetwork.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyiapkan konsep perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan pendekatan yang memadukan budaya dan teknologi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng studio seni digital Imagispace untuk menghadirkan pengalaman seni interaktif yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengembangkan instalasi digital berbasis permainan tradisional Indonesia. Konsep itu disiapkan sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Menurut Irene, Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat beragam, termasuk permainan tradisional yang dapat dikemas ulang melalui teknologi digital sehingga menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat.
“Indonesia memiliki tradisi, permainan, dan budaya yang sangat kaya. Tantangannya adalah bagaimana mengemasnya dengan sentuhan digital sehingga menjadi pengalaman yang unik, membanggakan, sekaligus mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia maupun dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis.
Ia menilai kolaborasi dengan Imagispace dapat menjadi sarana memperluas pemanfaatan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal melalui karya-karya digital yang lebih dekat dengan publik. Pendekatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru sekaligus memperkuat eksistensi talenta kreatif Indonesia di berbagai generasi.
Selain membahas konsep instalasi interaktif, pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi industri immersive experience di Indonesia.
Beberapa di antaranya meliputi kebutuhan investasi teknologi yang besar, pengembangan model bisnis yang berkelanjutan, hingga pentingnya membangun aset kekayaan intelektual agar pelaku industri kreatif nasional mampu bersaing dengan pemain global.
Irene menegaskan pengembangan industri seni digital tidak cukup hanya menghasilkan atraksi yang menarik perhatian publik.
Menurut dia, ekosistem kreatif harus mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan kapasitas talenta lokal, serta pengembangan industri seni digital nasional.
“Yang paling penting adalah menciptakan dampak yang berkelanjutan, bukan hanya menghadirkan pengalaman imersif, tetapi juga memperkuat talenta kreatif dan membangun ekosistem seni rupa digital Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Co-Founder sekaligus Art & Creative Director Imagispace, Mervi, menyambut baik kolaborasi dengan pemerintah.
Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pemanfaatan teknologi kreatif sekaligus memperkenalkan karya kreator Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia mengungkapkan, proses kolaborasi masih akan berlanjut melalui serangkaian pembahasan dan penyusunan konsep aktivasi yang direncanakan menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang.
“Melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekraf, kami ingin menghadirkan pengalaman seni digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas budaya Indonesia sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi para kreator lokal,” ujar Mervi.
Imagispace dikenal sebagai ruang kreatif yang menggabungkan unsur seni rupa, teknologi digital, musik, dan tata cahaya untuk menghadirkan pengalaman hiburan yang bersifat edukatif dan interaktif.
Namanya mulai dikenal luas setelah bekerja sama dengan kolektif seni asal Jepang, teamLab, dalam penyelenggaraan Future Park Jakarta.
Pameran tersebut berhasil menarik perhatian publik dengan penjualan lebih dari 120 ribu tiket, melibatkan ratusan kreator konten, serta memperoleh liputan dari puluhan media nasional maupun internasional.
Capaian itu menjadi salah satu contoh berkembangnya minat masyarakat terhadap karya seni digital berbasis pengalaman imersif di Indonesia.
