Jakarta, lajunetwork.id – Pemerintah mulai menyiapkan rencana rekonstruksi dan revitalisasi Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilanda kebakaran pada 22 Agustus 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan rekonstruksi tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi Desa Adat Sade seperti sebelumnya. Pemerintah juga akan memasukkan aspek ketangguhan dan mitigasi bencana dalam pembangunan kembali kawasan adat tersebut.
Fadli mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar proses rekonstruksi dan revitalisasi segera dilakukan.
“Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur (NTB) juga. Ada 75, kalau tidak salah, bangunan adat. Ada kios-kios juga, ada masjid. Sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kita bangun kembali, revitalisasi dari Desa Adat Sade,” kata Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, desain pembangunan kembali akan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan potensi risiko kebakaran. Musim kemarau yang kering dan berlangsung panjang menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.
Material tradisional yang digunakan pada sejumlah bangunan adat juga menjadi perhatian. Kayu dan jerami yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap api.
Selain faktor material, potensi korsleting listrik juga akan menjadi bagian dari evaluasi agar risiko kebakaran serupa dapat ditekan pada masa mendatang.
Fadli menyebut kebakaran di kawasan permukiman adat bukan fenomena yang hanya terjadi di Sade. Peristiwa serupa juga pernah terjadi di sejumlah desa adat di Nusa Tenggara Timur dan daerah lainnya.
Karena itu, pemerintah mempertimbangkan penguatan sistem proteksi kebakaran sebagai bagian dari revitalisasi.
“Ini tantangan ke depan, saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadaman kebakaran,” ujarnya.
Kebakaran melanda Desa Adat Sade sekitar pukul 22.00 WITA pada 22 Agustus 2026. Api dilaporkan pertama kali muncul dari salah satu rumah sebelum merambat ke bangunan lain.
Sebagian besar bangunan di kawasan tersebut menggunakan material tradisional yang mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang. Kondisi itu membuat api berpotensi menyebar dengan cepat.
Pemerintah kini menyiapkan langkah rekonstruksi dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai budaya Desa Adat Sade, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan kawasan.
Desa Adat Sade merupakan salah satu kampung adat yang dikenal sebagai bagian penting dari warisan budaya masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Kampung tersebut telah berdiri sejak abad ke-16 dan diwariskan secara turun-temurun hingga sekitar 15 generasi.
Revitalisasi nantinya diharapkan tidak hanya memulihkan bangunan yang terdampak kebakaran, tetapi juga memastikan keberlanjutan kawasan adat sebagai ruang hidup masyarakat sekaligus destinasi budaya di Lombok.
