Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air nasional.
AHY mengatakan berbagai program prioritas pemerintah membutuhkan dukungan infrastruktur yang terencana dan terintegrasi. Menurut dia, pembangunan konektivitas, penyediaan air, energi, perumahan, serta sarana pendukung lainnya tidak dapat dilakukan secara terpisah.
“Kalau kita ingin mencapai swasembada atau ketahanan pangan, energi dan air (water, energy and food), menurut saya kita harus semakin memperkuat infrastruktur yang terkait dengan itu semuanya,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur berkaitan langsung dengan sejumlah sasaran pembangunan nasional. Infrastruktur, kata AHY, menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung ketahanan pangan, kemandirian energi, sekaligus memastikan ketersediaan air.
AHY mencontohkan sektor pangan yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Di sisi lain, kebutuhan terhadap energi dan air juga terus meningkat sejalan dengan ekspansi industri, program hilirisasi, serta perkembangan ekonomi digital.
Karena itu, pembangunan infrastruktur menurut AHY perlu dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
AHY menambahkan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berorientasi pada penambahan jumlah proyek. Infrastruktur juga harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hal itu mencakup penyediaan hunian yang layak, fasilitas kesehatan dan pendidikan, sarana olahraga, ruang rekreasi, serta ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Bukan hanya membangun lebih banyak, melainkan membangun lebih baik, lebih cerdas, lebih hijau dan lebih berkelanjutan,” kata AHY.
Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
AHY juga menilai pembangunan infrastruktur fisik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) seharusnya tidak ditempatkan sebagai dua agenda yang saling berlawanan.
Keduanya, kata dia, justru memiliki hubungan yang saling mendukung. Infrastruktur yang memadai dapat membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan sekaligus memperluas kesempatan ekonomi.
“Tanpa infrastruktur fisik, sulit kita bisa mencapai pembangunan sumber daya manusia, kualitas kehidupan yang lebih baik, membuka lapangan pekerjaan, menghubungkan antar kawasan dan antar masyarakat dengan peluang bisnis dan ekonomi,” ujar AHY.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur pada akhirnya perlu diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperluas akses masyarakat terhadap peluang ekonomi, dan mendukung peningkatan kesejahteraan.
