Pontianak, lajunetwork.id – Sebanyak 30 penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, dibatalkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurunkan jarak pandang hingga hanya 300–500 meter.
General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak Maya Damayanti mengatakan kondisi tersebut membuat jarak pandang berada di bawah ambang batas keselamatan penerbangan. Situasi itu berlangsung sejak pukul 05.00 hingga 16.00 WIB.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan bagi operasional penerbangan,” kata Maya di Sungai Raya, Sabtu.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan maskapai, sebanyak 30 penerbangan yang terdampak terdiri atas 15 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan dari maupun menuju Bandara Supadio.
Rendahnya jarak pandang membuat pesawat belum dapat melakukan proses lepas landas maupun pendaratan. Kondisi tersebut kemudian memicu penundaan penerbangan dalam waktu cukup lama hingga pembatalan sejumlah penerbangan oleh maskapai.
Pihak pengelola Bandara Supadio terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta seluruh maskapai yang beroperasi.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang akibat situasi cuaca di luar kendali ini. Koordinasi intensif terus kami lakukan untuk memastikan penanganan dan pelayanan penumpang berjalan dengan baik,” ujar Maya.
Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang akibat gangguan penerbangan, pengelola bandara menambah jumlah kursi di ruang tunggu serta personel operasional di sejumlah titik pelayanan.
Manajemen juga menyediakan sejumlah layanan pemulihan bagi penumpang yang terdampak. Layanan tersebut antara lain pembagian masker, air mineral, dan makanan ringan bagi penumpang yang mengalami penundaan maupun pembatalan penerbangan.
Sementara itu, proses pengembalian biaya tiket maupun perubahan jadwal penerbangan dilakukan melalui konter check-in dan layanan pelanggan yang disediakan masing-masing maskapai.
Maya meminta maskapai memastikan informasi mengenai perubahan status penerbangan segera disampaikan kepada calon penumpang agar mereka dapat menyesuaikan rencana perjalanan.
“Kami mengimbau pihak maskapai dapat secara cepat memberikan informasi terkini kepada calon penumpang terkait status penerbangan,” katanya.
Manajemen Bandara Internasional Supadio bersama seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan pemantauan jarak pandang secara berkala. Operasional penerbangan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.
