Ambon, lajunetwork.id – Kodam XV/Pattimura mengerahkan 250 personel gabungan untuk memperkuat pengamanan pascabentrokan antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.
Pengerahan pasukan dilakukan untuk mencegah meluasnya konflik sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan di wilayah perbatasan kedua desa.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mengatakan pengamanan diperketat pada sejumlah titik yang dinilai menjadi jalur pergerakan massa dari kedua desa.
“Kita perkuat pengamanan di wilayah perbatasan kedua desa untuk mencegah bentrokan susulan dan memastikan situasi tetap terkendali sampai benar-benar aman dan kondusif,” kata Dody dalam keterangan yang diterima di Ambon, Sabtu.
Personel gabungan tersebut berasal dari Yonif TP 865/Satria Manewata, Kodim 1513/SBB, Polsek Taniwel, serta Brimob Piru. Mereka ditempatkan di sejumlah lokasi strategis untuk mengantisipasi pergerakan massa dan menjaga situasi tetap terkendali.
Dody bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dan Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung juga turun langsung ke lokasi untuk memantau dan mengendalikan situasi.
Ketegangan antara warga kedua desa sebelumnya dipicu persoalan yang berkaitan dengan isu kebakaran lahan. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang.
Dalam bentrokan itu, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat terkena tembakan senapan angin. Selain itu, sejumlah bangunan di Desa Patahuwe dilaporkan mengalami kerusakan dan dibakar.
Pangdam menegaskan aparat TNI dan Polri akan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang berupaya memperkeruh keadaan atau melakukan tindakan main hakim sendiri.
Ia juga mengimbau masyarakat di kedua desa untuk menahan diri dan tidak membawa senjata tajam. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama kabar yang beredar melalui media sosial.
“Jangan sampai persoalan ini berkembang lebih besar dan merugikan kita semua. Mari kita jaga Maluku tetap aman, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Dody mengatakan setiap persoalan yang muncul akan diselesaikan melalui jalur hukum dengan melibatkan aparat penegak hukum. Ia meminta masyarakat menyerahkan penanganan perkara kepada pihak yang berwenang dan tidak mengambil tindakan secara sepihak.
Selain memperkuat pengamanan, Kodam XV/Pattimura bersama Polda Maluku dan pemerintah daerah melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda dalam upaya meredakan ketegangan.
Pelibatan elemen masyarakat dinilai penting untuk membangun komunikasi antara kedua pihak sekaligus mencegah munculnya kembali konflik setelah situasi di lapangan mulai berangsur terkendali.
Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyebut bentrokan tersebut berawal dari kesalahpahaman antarwarga. Saat ini, TNI, Polri, dan pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan kondisi masyarakat serta penanganan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik.
Aparat gabungan masih disiagakan di kawasan perbatasan Desa Lisabata dan Desa Patahuwe. Penempatan personel tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali aksi kekerasan.
