Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy secara resmi meluncurkan Indonesia Sustainable Development Goals (SDGs) Action Awards (SAA) 2026. Ajang penghargaan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mendorong kolaborasi dan mempercepat pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) menuju 2030.
Mengusung tema “Aksi Nyata untuk Akselerasi Pencapaian SDGs Menuju 2030”, SAA 2026 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang berbagi praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah dan sektor.
“Mari jadikan ajang ini sebagai ruang pembelajaran, ruang inspirasi, dan ruang kolaborasi untuk kepentingan nasional. Kita bersama-sama bergerak dari komitmen menuju implementasi, dari kegiatan menuju hasil, dari praktik yang baik menuju dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Rachmat dalam Kick Off Meeting Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 yang digelar secara virtual, Kamis.
Rachmat menegaskan percepatan pencapaian SDGs tidak cukup hanya berhenti pada komitmen. Menurutnya, target pembangunan berkelanjutan harus diwujudkan melalui kebijakan, program, inovasi layanan, model bisnis, pembiayaan, hingga kemitraan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai pencapaian SDGs merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, lembaga filantropi, komunitas, media, hingga masyarakat luas.
Menurut Rachmat, berbagai daerah di Indonesia telah melahirkan banyak praktik baik dalam pembangunan berkelanjutan, mulai dari peningkatan layanan dasar, inovasi kampus, pengembangan usaha berkelanjutan, hingga program pemberdayaan kelompok rentan. Berbagai inisiatif tersebut dinilai perlu didokumentasikan, diperluas, dan direplikasi agar manfaatnya semakin besar.
“Praktik-praktik inilah yang perlu kita kenali, perlu kita dokumentasikan, perlu diperluas, dan perlu direplikasi dengan berbagai modifikasi yang kita butuhkan,” katanya.
Melalui SAA 2026, Bappenas ingin mendorong perubahan cara pandang dalam menilai keberhasilan program. Penilaian tidak lagi berfokus pada banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi pada hasil, manfaat, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, penghargaan ini bukan ditujukan untuk mencari program dengan anggaran terbesar atau publikasi terbanyak, melainkan mengapresiasi praktik yang relevan, efektif, inklusif, dan memiliki bukti keberhasilan serta potensi untuk mempercepat pencapaian SDGs.
Rachmat mengundang kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, koperasi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga filantropi untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Ia berharap setiap peserta dapat menunjukkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pembangunan beserta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat, terutama kelompok yang menjadi sasaran program.
Pada SAA 2026, peserta akan dinilai berdasarkan dua aspek utama, yakni komitmen institusi dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam tata kelola organisasi serta praktik terbaik yang menghasilkan manfaat nyata dan berpotensi diperluas.
Bappenas menjelaskan pendaftaran Indonesia SDGs Action Awards 2026 telah dibuka mulai Agustus 2026. Peserta diberikan waktu hingga pertengahan September untuk melengkapi dokumen dan informasi yang dibutuhkan.
Selanjutnya, proses penelaahan dan penjurian akan berlangsung sepanjang September hingga Oktober, sementara para pemenang akan diumumkan dalam rangkaian SDGs Annual Conference (SAC) 2026 pada November mendatang.
Untuk memudahkan proses pendaftaran, peserta yang pernah mengikuti SAA dapat menggunakan akun yang telah dimiliki dengan memperbarui data.
Sementara peserta baru dapat melakukan registrasi melalui portal resmi Indonesia SDGs Action Awards. Panitia juga menyediakan panduan dan layanan pendampingan selama proses pendaftaran berlangsung.
