Jakarta, lajunetwork.id – Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Keputusan tersebut diambil melalui rapat internal Komisi XI DPR RI pada Kamis sore, setelah seluruh kandidat menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Selain Destry, Komisi XI juga menyepakati Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan memilih Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI. Ketiganya akan menjalani proses penetapan melalui Rapat Paripurna DPR RI pada 1 September 2026.
Destry sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari posisi Gubernur BI pada 25 Juli 2026 dengan alasan pribadi.
Jika penetapan tersebut disahkan, Destry akan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi Gubernur BI secara definitif.
Destry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres) kepada DPR. Surpres tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR RI pada 10 Agustus 2026.
Dalam surat yang sama, pemerintah turut mengajukan kandidat untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI. Aida S. Budiman diajukan sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior, sedangkan Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori menjadi dua kandidat untuk posisi Deputi Gubernur.
Seluruh kandidat yang diajukan berasal dari lingkungan internal Bank Indonesia. Setelah menjalani fit and proper test pada 26 dan 27 Agustus 2026, Komisi XI menetapkan tiga nama untuk diteruskan ke tahap paripurna.
Destry Damayanti, Gubernur BI 2026–2031
Destry Damayanti memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi dan kebijakan publik sebelum menduduki posisi strategis di Bank Indonesia.
Kariernya antara lain dimulai sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000–2003. Ia kemudian menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005–2006.
Di sektor keuangan, Destry pernah menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011 dan Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015. Ia juga pernah dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014–2015.
Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Destry merupakan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015–2019.
Perempuan kelahiran Jakarta, 1963, tersebut merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Destry mulai menjabat Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2019. Masa jabatannya kemudian diperpanjang untuk periode kedua melalui Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024.
Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry dipercaya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI sebelum akhirnya diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Senior BI
Aida S. Budiman menjadi sosok yang dipilih untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior BI setelah sebelumnya menduduki jabatan Deputi Gubernur.
Lahir di Bogor pada 1965, Aida menyelesaikan pendidikan Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis di Institut Pertanian Bogor pada 1987. Ia kemudian meraih gelar master bidang Economics dari University of Southern California pada 1996 dan doktor bidang Ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2001.
Karier Aida di BI mencakup sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat Kepala Departemen Internasional pada 2014–2018 serta Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2018.
Pada 2020–2022, Aida dipercaya sebagai Asisten Gubernur yang menangani kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan BI, serta sinergi dengan kebijakan nasional.
Aida kemudian menjadi Deputi Gubernur BI sejak 2022 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021.
Pengajuan Aida sebagai Deputi Gubernur Senior dilakukan setelah posisi tersebut kosong menyusul Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.
Solikin M. Juhro, Deputi Gubernur BI
Solikin M. Juhro merupakan ekonom yang telah berkarier di Bank Indonesia sejak 20 September 1994. Selama lebih dari tiga dekade, ia menempati berbagai posisi strategis di bank sentral.
Solikin pernah menjadi Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2022–2023 serta Kepala Departemen Institut BI pada 2018–2022. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Departemen Institut BI pada 2016–2018.
Sejak 16 Juni 2023, Solikin menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial.
Pria kelahiran Surabaya pada 1967 tersebut meraih gelar sarjana Ekonomi dan Studi Pembangunan dari Universitas Airlangga pada 1991. Ia kemudian memperoleh gelar master bidang Economics dari University of Michigan pada 1998 dan doktor bidang Economics Monetary dari Universitas Indonesia pada 2005.
Solikin sebelumnya juga pernah mengikuti proses fit and proper test untuk posisi Deputi Gubernur BI pada Januari 2026. Saat itu, ia bersaing dengan Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono.
Dengan keputusan Komisi XI tersebut, proses pergantian jajaran Dewan Gubernur BI memasuki tahap akhir. Penetapan Destry, Aida, dan Solikin selanjutnya menunggu persetujuan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 1 September 2026.
