Jakarta, lajunetwork.id – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memastikan pemerintah mempercepat pembangunan jalur alternatif di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proses penanganan Jembatan Enang-Enang.
Tito mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah percepatan melalui pembangunan jembatan baru serta pelebaran Jalan Werlah yang akan difungsikan sebagai jalur alternatif selama perbaikan jembatan utama berlangsung.
“Kami ingin penanganan dilakukan secepat mungkin. Saya akan terus memonitor perkembangan di lapangan,” kata Tito dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Menurut Tito, keseriusan pemerintah tercermin dari rencana kunjungan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke lokasi untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kalau sudah pimpinan-pimpinan turun seperti itu, berarti penanganannya serius. Bukan omong-omong saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Tito meninjau langsung kondisi Jalan Werlah di Kabupaten Bener Meriah pada Selasa (7/7). Dalam kunjungan tersebut, ia mengecek kesiapan jalur alternatif yang akan menopang arus transportasi selama Jembatan Enang-Enang diperbaiki.
Pemerintah memutuskan Jembatan Enang-Enang yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat masih dapat digunakan untuk sementara. Namun, akses jembatan dibatasi hanya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan ringan demi alasan keselamatan.
Sementara itu, kendaraan bertonase besar belum diizinkan melintas hingga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyelesaikan kajian teknis terhadap kondisi jembatan. Pemerintah juga akan memasang portal untuk mencegah kendaraan berat melintasi jembatan tersebut.
“Kita tidak ingin terjadi kecelakaan atau jembatan roboh karena dipaksakan dilalui kendaraan berat,” kata Tito.
Selain membangun jembatan baru, pemerintah akan meningkatkan kapasitas Jalan Werlah dengan melebarkan badan jalan dari empat meter menjadi enam meter. Jalan tersebut juga akan diaspal guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan jalur alternatif, termasuk jembatan baru dan peningkatan Jalan Werlah, dapat diselesaikan pada akhir 2026.
Dalam kesempatan itu, Tito juga berdialog dengan warga terdampak banjir yang menyampaikan berbagai persoalan di kawasan permukiman mereka. Ia menjelaskan sejumlah program rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah disiapkan pemerintah untuk mempercepat pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Bener Meriah.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bener Meriah, serta sejumlah pejabat terkait.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan jalur alternatif dapat menjaga konektivitas masyarakat sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi di Kabupaten Bener Meriah selama proses perbaikan Jembatan Enang-Enang berlangsung.
