Jakarta, lajunetwork.id – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjajaki kerja sama dengan New Hope Financial Technology (FinTech) untuk memperluas akses pembiayaan bagi desa-desa di Indonesia melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan usaha BUM Desa sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing desa.
Menurut Yandri, BUM Desa saat ini telah menjalankan berbagai kegiatan produktif, mulai dari perdagangan dan ekspor hingga sektor peternakan, perikanan, hortikultura, serta pariwisata.
“BUM Desa telah mampu memaksimalkan berbagai potensi yang ada. Dengan adanya akses pembiayaan, dana tersebut dapat diputar untuk mengembangkan produk yang menghasilkan pendapatan bagi desa,” kata Yandri di Jakarta, Senin.
Sebagai tahap awal, Yandri mengusulkan pelaksanaan pilot project pembiayaan di sekitar 500 hingga 1.000 desa.
Desa yang dipilih nantinya merupakan wilayah yang telah memiliki potensi usaha dan komoditas unggulan. Model percontohan dapat mencakup desa dengan usaha ayam petelur, perikanan, hortikultura, pariwisata hingga desa yang telah memiliki kegiatan ekspor.
Yandri menyebut sejumlah BUM Desa telah mampu menembus pasar ekspor, antara lain melalui komoditas ikan dan kopi. Di tingkat domestik, terdapat pula desa yang mengembangkan usaha ayam petelur, ikan air tawar dan cabai.
“Pilot project bisa dibagi berdasarkan potensinya. Ada desa ayam petelur, desa wisata, desa hortikultura maupun desa yang sudah melakukan ekspor. Kita pilih yang memiliki potensi kuat untuk dikembangkan lebih dahulu,” ujarnya.
Jika program percontohan berjalan baik, Kemendes PDT berharap model tersebut dapat diperluas hingga sekitar 10 ribu desa.
Desa yang berhasil menjalankan program juga diharapkan menjadi contoh yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik dan potensi ekonomi serupa.
CEO New Hope Fintech Xu Zhihua menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan potensi ekonomi desa di Indonesia, termasuk sektor pertanian, peternakan, perikanan dan hortikultura.
Menurut Xu, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi pedesaan. Ia menyebut pengalaman New Hope dalam memberikan pembiayaan kepada desa-desa di China dapat menjadi salah satu referensi untuk dikembangkan di Indonesia.
Ia mengatakan sejumlah desa di China telah mengalami transformasi setelah memperoleh akses pembiayaan dan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Karena itu, New Hope menawarkan model pengembangan yang telah diterapkan di China untuk disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan desa di Indonesia.
“Kami memiliki semangat yang sama untuk mengembangkan desa dan daerah tertinggal serta mengoptimalkan potensi agrikultur, peternakan, perikanan dan hortikultura melalui akses pembiayaan,” kata Xu.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembiayaan yang lebih luas bagi BUM Desa, sehingga potensi ekonomi lokal tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan desa.
