Jakarta, lajunetwork.id – Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengapresiasi langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Menurut Sultan, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dengan Rusia.
Sultan menilai Rusia merupakan salah satu negara yang memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional Indonesia. Ia mengatakan hubungan kedua negara selama ini dibangun atas dasar persahabatan dan kepercayaan yang telah terjalin sejak lama.
“Bagi Indonesia, Rusia adalah salah satu kekuatan dunia yang sangat dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan,” ujar Sultan di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pidato Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri dengan tetap membangun hubungan konstruktif dengan berbagai negara.
Sultan juga menilai diplomasi yang dilakukan Prabowo dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Rusia. Salah satu peluang yang dinilai strategis ialah pembentukan Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA).
Selain perdagangan, Sultan melihat Rusia memiliki kapasitas teknologi yang berpotensi mendukung agenda hilirisasi sumber daya alam (SDA) Indonesia. Kerja sama teknologi tersebut dinilai dapat diarahkan untuk memperkuat sejumlah sektor strategis di dalam negeri.
Ia secara khusus menyoroti peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi pupuk, energi nuklir, hingga eksplorasi blok minyak dan gas bumi (migas).
“Kita mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Rusia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, energi nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia,” kata Sultan.
Sultan meyakini penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Rusia juga dapat memberikan manfaat langsung bagi daerah. Menurutnya, investasi dan transfer teknologi dari kerja sama kedua negara berpotensi meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Ia menambahkan, penerapan skema perdagangan bebas dapat menjadi stimulus bagi dunia usaha untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Masuknya investasi baru diharapkan tidak hanya memperkuat aktivitas ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan di berbagai daerah.
“Dengan demikian dapat secara langsung memberikan dampak perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di daerah-daerah terkait,” ujar Sultan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) berpotensi membuka akses pasar yang lebih luas bagi para produsen dari kawasan Eurasia.
Prabowo menyebut kesepakatan tersebut akan memberikan akses kepada produsen Eurasia terhadap pasar Indonesia yang memiliki lebih dari 290 juta konsumen.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas jaringan perdagangan internasional sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara mitra strategis.
