Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan pergantian pimpinan di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) sebagai bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud digantikan oleh pelaksana tugas (Plt) yang kini dijabat Sekretaris Ditjen Hubla Lollan Panjaitan.
Pelaksana tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub Farida Makhmudah mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja organisasi dan pelayanan transportasi laut, khususnya dalam aspek keselamatan pelayaran.
“Iya (ada pergantian), saat ini sudah ditunjuk Plt-nya. Jadi bukan hanya di Dirjen Hubla tapi juga di Kepala BPSDMP (yang pergantian),” ujar Farida saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Selain posisi Dirjen Hubla, Kemenhub juga melakukan pergantian pimpinan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).
Farida menjelaskan pergantian pejabat merupakan bagian dari proses evaluasi manajerial yang dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi.
Menurut dia, penataan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan sekaligus meningkatkan sistem pengawasan di lingkungan Ditjen Hubla.
“Pergantian pimpinan merupakan bagian dari penyegaran organisasi yang lazim dilakukan dalam manajemen pemerintahan,” kata Farida.
Untuk posisi Dirjen Hubla, Lollan Panjaitan ditunjuk sebagai Plt agar pelaksanaan tugas dan pelayanan di sektor perhubungan laut tetap berjalan selama proses penataan organisasi.
Sementara itu, pergantian di BPSDMP dilakukan karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun. Penunjukan pelaksana tugas dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Farida mengatakan penataan pimpinan di lingkungan Kemenhub juga diarahkan untuk menyatukan fokus jajaran dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan efektivitas pengawasan transportasi laut.
Menurut dia, kebutuhan terhadap penguatan kepemimpinan dan sistem pengawasan menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi organisasi.
Kebijakan tersebut, lanjut Farida, sejalan dengan arahan Menhub Dudy Purwagandhi yang menempatkan keselamatan sebagai salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi nasional.
Karena itu, Kemenhub akan melanjutkan pembenahan di sektor transportasi laut, baik dari sisi regulasi dan administrasi maupun pengawasan operasional di lapangan.
Farida menegaskan pergantian pejabat tidak semata-mata menjadi ukuran terhadap kinerja pejabat sebelumnya. Menurut dia, perubahan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
Dengan penyegaran kepemimpinan tersebut, Kemenhub berharap pengawasan dan keselamatan pelayaran dapat semakin diperkuat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut kepada masyarakat.
