Jakarta – Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan akan melanjutkan negosiasi damai pada pekan depan sebagai bagian dari upaya mengakhiri ketegangan yang berlangsung sejak pecahnya konflik di kawasan Teluk.
Laporan media AS, The Wall Street Journal (WSJ), menyebut pembicaraan baru tersebut kemungkinan digelar di Pakistan melalui jalur mediasi internasional. Sejumlah sumber yang mengetahui proses diplomasi itu mengatakan kedua negara tengah menyusun nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) setebal satu halaman yang berisi 14 poin utama.
Draf kesepakatan itu disebut akan menjadi dasar negosiasi selama satu bulan ke depan guna meredakan konflik dan membuka jalan menuju perjanjian yang lebih rinci.
Beberapa isu utama yang dibahas dalam rancangan tersebut mencakup program nuklir Iran, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, hingga penanganan stok uranium Iran yang telah diperkaya.
Meski demikian, sejumlah persoalan penting masih belum menemukan titik temu. Salah satunya terkait sejauh mana Washington bersedia mencabut sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Selain itu, kedua pihak juga masih berbeda pandangan mengenai durasi penghentian pengayaan uranium Iran serta kemungkinan pemindahan uranium yang telah diperkaya ke luar negeri.
Dalam laporan yang dikutip Anadolu Agency, sumber diplomatik menyebut masa negosiasi awal selama satu bulan dapat diperpanjang apabila terdapat kemajuan dan disetujui kedua pihak.
“Jika negosiasi berjalan lancar, periode awal satu bulan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama,” demikian isi laporan tersebut.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu, pembicaraan damai antara AS dan Iran belum menghasilkan kesepakatan final. Kedua negara beberapa kali memperpanjang masa gencatan senjata, namun belum ada kepastian mengenai penghentian konflik secara permanen.
Presiden AS Donald Trump optimistis kesepakatan dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat, bahkan sebelum kunjungannya ke China.
Trump menegaskan bahwa keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada kesepakatan mengenai program uranium Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
