Iran, lajunetwork.id – Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran siap meyakinkan komunitas internasional bahwa negaranya tidak mengembangkan senjata nuklir maupun menciptakan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Minggu (24/5/2026) dan dikutip oleh kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA).
“Sebelum Ayatollah Ali Khamenei wafat, kami telah menyatakan — dan menegaskan lagi sekarang — bahwa kami siap meyakinkan dunia bahwa kami tidak mengembangkan senjata nuklir,” kata Pezeshkian.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian juga menuding Israel sebagai pihak yang memperburuk situasi keamanan kawasan melalui gagasan “Israel Raya” yang menurutnya memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Meski membuka ruang diplomasi, Presiden Iran menegaskan para negosiator negaranya tidak akan mengorbankan prinsip maupun kehormatan nasional dalam proses perundingan internasional.
Ia menekankan bahwa Iran tetap mempertahankan posisi tegas terkait kedaulatan negara dan hak-haknya dalam setiap pembicaraan politik maupun keamanan.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Donald Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan kini tinggal menunggu tahap finalisasi.
Situasi di Timur Tengah sebelumnya mengalami peningkatan ketegangan sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026. Serangan itu kemudian dibalas Iran dengan operasi militer terhadap Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk.
Iran juga sempat menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi salah satu titik vital distribusi energi global.
Setelah konflik berlangsung selama beberapa pekan, gencatan senjata mulai diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan penghentian konflik tersebut kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh pemerintah Amerika Serikat.
