Jakarta, lajunetwork.id – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghadiri puncak Perayaan Hari Wartawan Nasional (Hawana) 2026 di Penang, Sabtu (20/6), sekaligus mengumumkan kelanjutan program Dana Inovasi Media yang ditujukan untuk mendukung transformasi digital industri media di negara tersebut.
Kehadiran Anwar dalam perayaan insan pers Malaysia itu menjadi perhatian karena dilakukan hanya beberapa jam setelah dirinya kembali dari rangkaian lawatan luar negeri ke Rusia dan Turkmenistan.
Dalam sambutannya, Anwar mengungkapkan bahwa dirinya tiba di Malaysia pada dini hari usai menghadiri sejumlah agenda internasional yang melibatkan para pemimpin negara.
“Pagi ini, pukul 03.30 saya tiba dari Ashgabat, Turkmenistan. Sebelumnya di Kazan, Rusia, dalam pertemuan puncak antara para pemimpin ASEAN,” ujar Anwar.
Pada kesempatan tersebut, Anwar menegaskan komitmen pemerintah Malaysia untuk terus memperkuat industri media nasional melalui keberlanjutan Dana Inovasi Media.
Program itu dirancang untuk membantu perusahaan media mengadopsi inovasi, mempercepat digitalisasi, serta meningkatkan daya saing di tengah perubahan lanskap industri informasi yang semakin dinamis.
Menurut Anwar, sejak diluncurkan, Dana Inovasi Media telah memberikan manfaat kepada puluhan organisasi media di Malaysia.
Sebanyak 72 perusahaan media tercatat menerima dukungan pendanaan dengan total nilai mencapai 24,57 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp97,67 miliar melalui pelaksanaan Dana Inovasi Media Tahap 1 hingga Tahap 5.
Selain mendukung perusahaan media, program tersebut juga menyasar para pekerja media secara langsung. Hingga saat ini, sebanyak 773 praktisi media di berbagai wilayah Malaysia telah menerima bantuan dengan total nilai mencapai 2,26 juta ringgit atau sekitar Rp8,26 miliar.
Sementara itu, Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil menjelaskan bahwa Dana Inovasi Media memiliki empat fokus utama yang menjadi landasan pelaksanaannya.
Keempat fokus tersebut meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pekerja media, pengembangan perangkat lunak dan adaptasi teknologi, penyediaan peralatan serta fasilitas pendukung, dan riset serta pengembangan konten media.
Menurut Fahmi, program itu juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan teknologi baru dalam industri media, termasuk pengembangan konten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Program ini turut memberi perhatian pada penelitian dan pengembangan konten inovatif, termasuk pemanfaatan AI dan teknologi digital terbaru,” katanya.
Puncak perayaan Hawana 2026 tidak hanya dihadiri oleh kalangan media Malaysia, tetapi juga menjadi ajang pertemuan insan pers dari berbagai negara Asia Tenggara.
Acara tersebut dihadiri oleh Chow Kon Yeow, Menteri Komunikasi Malaysia, para pimpinan perusahaan media nasional, serta perwakilan media dari sejumlah negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, dan Timor-Leste.
Dari Indonesia, hadir Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia Indonesia, Asro Kamal Rokan, bersama sejumlah pemimpin redaksi dan praktisi media nasional.
Perayaan Hawana 2026 menjadi momentum penting bagi komunitas pers di kawasan untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman mengenai transformasi digital media, serta membahas tantangan industri jurnalistik di era perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Melalui keberlanjutan Dana Inovasi Media, pemerintah Malaysia berharap industri media nasional mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, meningkatkan kualitas produk jurnalistik, serta tetap menjadi sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan platform digital.
