Jakarta – Puluhan veteran militer Amerika Serikat ditangkap pada Senin (20/4) setelah menggelar aksi protes menentang keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam perang melawan Iran.
Dilaporkan oleh Anadolu Agency, sekitar 60 veteran bersama anggota keluarga mereka berkumpul di rotunda Gedung Kantor Cannon House, Washington DC. Sebagian besar peserta aksi mengenakan seragam militer sebagai simbol identitas dan sikap mereka.
Dalam demonstrasi tersebut, para peserta membawa spanduk bertuliskan “Akhiri Perang di Iran” dan “Kita Tidak Mampu Membiayai Perang Lain”. Mereka juga berdiri tegak sambil memberi hormat, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai militer yang mereka junjung.
Selain itu, para veteran menggelar upacara melipat bendera—tradisi militer yang melambangkan penghormatan bagi prajurit yang gugur—serta sebagai pengingat akan potensi korban jiwa jika konflik terus berlanjut.
Beberapa demonstran juga terlihat memegang bunga tulip merah untuk mengenang warga Iran yang tewas dalam konflik yang disebut dimulai pada 28 Februari oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Direktur Eksekutif Center on Conscience and War (CCW), Mike Prysner, menyatakan bahwa perang tersebut semakin tidak populer dan telah berkembang menjadi krisis politik bagi pemerintahan Trump.
“Perang ini sudah sangat tidak populer dan telah menjadi krisis bagi pemerintahan Trump,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 100 anggota militer mulai mengajukan diri sebagai penolak wajib militer.
Menurutnya, jika semakin banyak personel militer yang menyuarakan penolakan, tekanan terhadap pemerintah akan meningkat dan berpotensi memaksa perubahan kebijakan.
CCW juga melaporkan bahwa puluhan demonstran ditangkap oleh Polisi Capitol AS atas tindakan pembangkangan sipil selama aksi berlangsung.
Sementara itu, perwakilan CCW lainnya, Tyler Romero, menyerukan kepada anggota militer aktif untuk mempertimbangkan peran mereka dalam konflik tersebut.
“Ini adalah momen bersejarah terpenting dalam hidup kita, dan keputusan yang Anda ambil sangat berarti. Dari pengalaman saya, terus mendukung mesin perang hanya akan menambah penderitaan,” kata Romero.
Aksi protes ini diorganisir oleh koalisi berbagai kelompok, termasuk About Face, Veterans for Peace, Common Defense, CCW, Fayetteville Resistance Coalition, Military Families Speak Out, dan 50501 Veterans.
