Jakarta, lajunetwork.id – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menimpa wasit asal Somalia, Omar Artan, yang gagal memasuki Amerika Serikat meskipun telah tiba di negara tersebut untuk menjalankan tugas terkait Piala Dunia 2026.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mexico City, Infantino menyebut peristiwa tersebut sebagai situasi yang disayangkan. Menurutnya, FIFA tengah berupaya mencari solusi terbaik agar masalah yang dihadapi Artan dapat diselesaikan melalui komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
“Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar Artan, wasit dari Somalia,” kata Infantino dalam keterangan yang disiarkan FIFA, Kamis.
Ia menegaskan bahwa FIFA tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Organisasi sepak bola dunia itu, kata dia, sedang melakukan berbagai upaya diplomatik dan koordinasi untuk memahami situasi yang terjadi serta mencari kemungkinan penyelesaian.
Infantino juga meminta publik untuk menunggu perkembangan lebih lanjut. Menurutnya, FIFA tidak memiliki kendali penuh atas kebijakan imigrasi suatu negara, namun tetap berkomitmen membantu pihak-pihak yang terdampak.
Kasus yang menimpa Artan menambah daftar individu yang mengalami kendala masuk ke Amerika Serikat menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah fotografer tim hingga suporter dari beberapa negara juga dilaporkan menghadapi penolakan visa atau hambatan administratif lainnya.
Artan sendiri dikenal sebagai salah satu wasit terbaik di kawasan Afrika. Pada 2025, ia dinobatkan sebagai wasit terbaik oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan berpeluang menjadi wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan di ajang Piala Dunia.
Namun harapan tersebut terancam setelah otoritas imigrasi di Bandar Udara Internasional Miami menolak akses masuknya ke wilayah Amerika Serikat. Menurut laporan yang beredar, petugas menilai Artan tidak memenuhi persyaratan untuk berada dan menjalankan aktivitas di negara tersebut.
Artan membantah adanya kekurangan dokumen dalam proses perjalanannya. Ia menegaskan bahwa seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sebelum keberangkatan. Meski demikian, status Somalia yang termasuk dalam daftar negara dengan pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat disebut menjadi salah satu faktor yang mendapat sorotan.
Akibat keputusan tersebut, Artan harus kembali ke Istanbul, kota transit yang menjadi titik keberangkatannya menuju Amerika Serikat.
Menanggapi kasus itu, juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat menyatakan bahwa Artan telah menjalani proses pemeriksaan tambahan setibanya di Miami pada Sabtu (6/6). Namun, pihak berwenang belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai alasan yang mendasari penolakan masuk tersebut.
Kasus ini memunculkan perhatian publik internasional karena terjadi menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Sejumlah pihak menilai persoalan akses masuk bagi perangkat pertandingan maupun peserta terkait turnamen perlu mendapat perhatian serius agar tidak mengganggu kelancaran ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
