Jakarta – Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Eng Hian, mengatakan pihaknya telah menyiapkan program akselerasi atlet guna mempercepat pebulu tangkis muda mencapai level kompetisi yang lebih tinggi dan kompetitif.
Pernyataan tersebut disampaikan Eng Hian di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat. Menurut dia, program ini menjadi bagian dari upaya percepatan regenerasi atlet nasional agar mampu bersaing di level elite dunia.
“Tentu kami ingin mempercepat proses atlet untuk menuju ke level tertinggi. Namun tentunya dari yang kita tahu, untuk mencapai level tinggi perlu juga peringkat yang tinggi,” ujar Eng Hian.
Ia menilai Indonesia masih memiliki potensi besar, baik di sektor putra maupun putri. Banyak atlet muda dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi tulang punggung bulu tangkis nasional di masa mendatang.
“Kembali lagi, yang ditingkatkan adalah kualitas. Pada saat turnamen, mereka harus mencapai target maksimal. Untuk meningkatkan kualitas itu faktornya kan banyak,” katanya.
Dalam pelaksanaan program akselerasi tersebut, Eng Hian menekankan pentingnya kolaborasi antara pelatih teknik dengan tim pendukung, termasuk aspek fisik, psikologi, hingga sport science, agar perkembangan atlet berjalan lebih cepat dan terarah.
“Ini yang sedang diupayakan agar ada integrasi antara pelatih teknik dan tim pendukung agar peningkatannya lebih cepat,” tuturnya.
PBSI saat ini terus melakukan evaluasi menyeluruh setelah hasil mengecewakan Indonesia pada ajang Piala Thomas dan Uber 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia gagal lolos dari fase grup turnamen tersebut.
Sebagai bagian dari pembenahan, PBSI tidak hanya menyiapkan sejumlah program baru, termasuk akselerasi atlet muda, tetapi juga membuka kemungkinan melakukan perombakan susunan pelatih demi meningkatkan prestasi bulu tangkis nasional
